oleh

SYL Sebut Tana Toraja Sebagai Surga Keberagaman Indonesia

SULSELONLINE.COM, TANA TORAJA — Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyebut Tana Toraja sebagai surga keberagaman. Karena itu, jangan lagi ada yang mempersoalkan masalah pluralisme, mayoritas ataupun minoritas.

Lovely Toraja
SYL di acara puncak Lovely Toraja 2016. (Ist.)

“Di Toraja ini jangan ada yang persoalkan masalah mayoritas, minoritas atau pluralisme. Kita di sini ada untuk kedamaian, ketentraman, dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya saat menghadiri acara puncak Lovely Toraja di Kawasan Kolam Makale, Kamis (29/12/2016).

Sebagai penggagas Lovely Toraja, SYL mengatakan bahwa dilaksanakannya Lovely Toraja membuktikan bahwa Tuhan selalu bersama masyarakat dalam kedamaian dan ketentraman. Toraja adalah harga diri, gengsi, harkat dan martabat masyarakat Sulsel.

“Kita harus bangga dengan peninggalan budaya Toraja ini. Kita tidak akan menemukan di tempat manapun keindahan sebagaimana yang ada di Toraja,” ujarnya.

Di hadapan seluruh masyarakat Toraja, SYL mengungkapkan impiannya terkait industri pariwisata Toraja. Suatu saat nanti, seluruh dunia akan datang ke Toraja. Karena itu, ia berpesan kepada Pemerintah Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara, agar bersama-sama menuntaskan pembangunan bandara.

“Selesaikan cepat bandara yang ada. Kita tarik mereka yang datang ke Singapura ataupun Bali, untuk datang ke Toraja. Jika ini terwujud, masyarakat akan sejahtera,” terangnya.

Ia juga mengaku bangga atas kemajuan pembangunan yang ada di Toraja. Begitupun dengan pelaksanaan Lovely Toraja yang setiap tahunnya menunjukkan peningkatan yang sangat berarti.

“Kita pertahankan dan tingkatkan apa yang ada saat ini. Toraja pasti bisa bersaing, karena kita punya segalanya. Bahkan, kopi yang terkenal di seluruh dunia dan harganya paling mahal ternyata adalah kopi Toraja. Mari kita maksimalkan semua potensi yang ada,” tegasnya.

Acara puncak Lovely Toraja juga dirangkaikan dengan Launching Kopi Toraja Maelo 7.777 dan beberapa penandatanganan Memorandum of Understanding atau perjanjian kerjasama. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed