oleh

Catatan Akhir Tahun Gubernur Sulsel: Jangan Pernah Menyerah!

SULSELONLINE.COM, MAKASSAR — Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyampaikan catatan akhir tahun 2016, catatan yang diberi judul ‘Jangan Pernah Menyerah!’ itu merupakan refleksi atas kejadian dan kondisi negeri ini selama tahun 2016. Berikut catatannya, dikutip dari rakyatku.com:

SYL
Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo. (Ist.)

MASA depan memang sebuah misteri. Hanya Allah yang tahu. Namun, kita harus dapat memprediksinya dengan membuat arah, orientasi, dan perencanaan yang matang.  Aku suka kata dreaming; Believe it and make it happen. Dan seperti itulah optimisme yang kita harus dorong. Kita harus bulatkan tekad.

Kita berdoa. Kita buat perencanaan ke depan yang optimis! Kita harus yakin tahun depan dengan segala tantangannya harus dapat kita taklukkan! Kalau semua langkah persiapan yang baik kita lakukan, di mana  segala usaha dan kita kerja maksimal, serta zikir dan doa sudah pula kita lakukan, sungguh, insya Allah, kita tinggal pasrah pada takdir Allah.

Tantangan apapun kita siap hadapi. Yang penting, kita tidak hanya bermimpi! Dan, tidak berbuat. Tetapi, harus kita mampu menuangkannya dalam manajemen perencanaan. Pengorganisasian dan pengawasan yang baik dengan tekad never give up!

Situasi memang sangat butuh perhatian untuk memastikan agar segala gejala yang mengkhawatirkan bisa terantisipasi di tahun 2017. Pemerintah pada semua jenjang, tidak boleh menganggap situasi 2017 itu ringan-ringan saja.

Kebangkitan ormas Islam yang mengambil posisi mengkritisi situasi, harus dijaga. Disikapi dan direspons untuk tidak masuk dan beralih pada hal-hal kritis berbau SARA.  Situasi yang terkondisi dari Pilkada DKI Jakarta dengan segala  eskalasinya, harus bisa dilokalisir hanya di sana saja. Bola panas yang ada, jangan dibiarkan bergulir ke daerah lainnya di tanah air.

Karena kalau bergulir lagi ke beberapa tempat, akan berbahaya.Tahun depan memang sebuah ketidakpastian. Namun semua akan jadi pasti, jika kita mau terus berusaha baik dan melakukan terobosan positif. Tidak boleh ada kata ‘hanya kerja apa adanya’. Itulah sikap kesatria sejati. (*)

Bapenda Sulsel

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *