oleh

Kepala Daerah di Sulsel Ini Sarankan Uang Panai Tidak Dipatok Tinggi

SULSELONLINE.COM, MAROS – Tingginya uang panai sebagai salah satu syarat syarat untuk meminang calon pengantin perempuan bagi masyarakat Sulawesi Selatan tetap menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat Bugis-Makassar.

Bupati Maros HM Hatta Rahman saat membuka lomba seni Islam yang digelar AMTI Maros. (Humas Maros)

Besaran uang panai ini pun beragam, bahkan bisa mencapai ratusan juta rupiah. Fenomena ini menjadi perhatian salah satu kepala daerah di Sulsel. Adalah Bupati Maros HM Hatta Rahman, dihadapan ratusan anggota Asosiasi Majelis Taklim Indonesia (AMTI) Maros menyarankan agar uang panai tidak dipatok terlalu tinggi.

Hatta Rahman menyinggung soal tingginya uang panai yang menjadi gengsi di tengah-tengah masyarakat Bugis-Makassar saat ini. Untuk itu, dirinya meminta agar uang panai dipatok secukupnya dan seikhlas mungkin dan proses meminang disesuaikan dengan syariat Islam agar lebih memudahkan kaum pria dalam meminang wanita pujaan hatinya.

Selain itu, kepala daerah yang telah meraih banyak prestasi ini menyebutkan tingginya uang panai hanya akan menyulitkan anak wanita dipinang oleh pria idaman hatinya.

“Sebaiknya orang tua tidak mematok uang panai terlalu tinggi, agar anak gadis mudah dipinang dan menikah,” ujarya saat membuka lomba seni Islam yang digelar oleh AMTI Asosiasi Majelis Taklim Indonesia (AMTI) Maros, Senin (16/1/2017).

Ucapan itu spontan membuat riuh Aula Masjid Al Markaz Al Islami Maros tempat acara tersebut digelar, meski sebagian hadirin bertepuk tangan. Acara ini dihadiri pula Pembina AMTI Maros, Hj Suraidah Hatta dan Ketua AMTI Sulsel Hj Apiaty K Amin Syam.

Selanjutnya, Bupati Maros dua periode inin mengapresiasi kinerja AMTI Maros yang ikut membangkitkan syair Islam di Maros melalui berbagai kegiatan. Dia berharap agar AMTI Maros terus meningkatkan kinerja dalam upaya membina majelis taklim dan memberi pemahaman agama Islam kepada masyarakat berkembang hingga ke desa dan kelurahan.

“Apa yang dilakukan AMTI telah turut serta membangkitan Islam di Maros, untuk itu kami berharap agar AMTI terus meningkatkan pembinaan ke-Islam-an kepada masyarakat melalui majelis taklim,” paparnya. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed