Pembunuh Gadis Asal Luwu Ini Ternyata Satpam Perumahan

SULSELONLINE.COM – Pelaku pembunuhan sadis terhadap Rafika Hasanuddin, 22 tahun, yang mayatnya ditemukan di rumahnya di Perumahan Yusuf Bauty Garden Blok A/5 Manggarupi Sungguminasa Gowa, Senin 16 Januari lalu sudah diketahui. Petugas Satuan Pengamanan (Satpam) perumahan itu, Saleh, 38 tahun, ditetapkan tersangka.

Pelaku dan Korban Pembunuhan, Saleh dan Rafika Hasanuddin. (Ist.)

Padahal Saleh adalah orang pertama yang melaporkan penemuan mayat alumnus Jurusan Farmasi UIT Makassar itu pada Senin lalu.

Dugaan Polisi kalau Ika, sapaan gadis asal Luwu ini, dibunuh oleh orang dekat, tenyata benar. Rumah yang ditinggali Ika selama empat tahun semasa kuliah berada persis di samping Pos Satpam, tempat Saleh tidur setiap malam.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan, motif tersangka awalnya hanya mencuri handphone korban, namum karena ketahuan, pelaku menghabisi nyawa korban dengan pisau. Pelaku nekat membunuh karena tidak mau ‘rencana mencurinya’ itu ketahuan oleh warga perumahan.

“Jadi awalnya mencuri hondphone, tapi ketahuan. Korban sempat lawan, karenanya pelaku langsung menahan kepala korban dan membenturkannya ke dinding,” ujarnya melalui media, Jumat (20/1/2017).

Setelah korban tergeletak di lantai kamar, tersangka meraih pisau dan menusuk leher korban di sebelah kanan hingga tembus lalu menarik pisau ke arah kiri.

Tersangka berusaha mengaburkan barang bukti dan menarik korban ke depan kamar mandi dan menutup wajah korban dengan kain sarung. Setelah itu tersangka termenung di kamar yang lain sambil merokok, kemudian keluar melalui pintu depan.

Setelah membunuh, terangka sempat menurunkan sakral lampu yang ada di samping. Lalu kembali lewat samping rumah yang langsung menyamping dengan Pos Satpam.

“Awalnya tersangka kita periksa sebagai saksi. Dia adalah Satpam perumahan yang pertama kali menemukan mayat korban. Setelah dilakukan pendalaman beberapa hari, semua bukti mengarah kepada saksi ini. Barang bukti yang disita, seperti badik, puntung rokok itu miliknya,” tambahnya.

Indikasi Saleh sebagai pelaku tunggal menguat pada olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) ke-empat pada Kamis dini hari, setelah badik berdarah dan parang gagal membuktikan keterlibatannya. Dalam olah TKP itu, polisi melibatkan dua ekor anjing pelacak, Hana dan Hem. Dua ekor anjing ini selalu mendekati Saleh.

Kepala Unit (Kanit) Resmob Polda Sulsel, Kompol Mochammad Yunus Saputra, mengatakan kepada media, Kamis dini hari, analisis polisi cocok dengan endusan Hana dan Hem. Setelah membunuh, pelaku kemudian keluar melalui pintu depan, namun sebelum itu dia sempat mengintip melalui jendela untuk mengamati kondisi di luar. Terlihat dari jejak kaki pelaku yang mengarah ke jendela.

Saat olah TKP, Hana dan Tem memang lama berputar-putar di sekitaran depan rumah. Juga samping rumah dekat got yang berdampingan langsung dengan Pos Satpam. Dua hewan terlatih itu juga mengarah ke rumah kosong yang ada di ujung jejeran rumah korban.

Bahkan Tem sempat masuk bersama pawang anjing unit K9 Polda Sulsel itu ke dalam rumah yang diketahui menjadi tempat jemuran pakaian Palaku. Tem menelusuri sampai belakang rumah, sempat lama mengendus tumpukan rumput depan rumah kosong itu, namun setelah dicek, tidak ditemukan apa-apa.

Waktu kejadian pembunuhan itu diduga terjadi Minggu tengah malam. Hal ini sempat membuat hasil anjing pelacak kurang maksimal, sebab jenjang waktu pembunuhan dengan diturunkannya anjing sudah lama. Apalagi waktu kejadian sedang hujan sehingga jejak pelaku bisa saja hilang. Namun Hana dan Hem tetap mengendus jejak langkah kaki pelaku, saat hendak masuk ke rumah korban hingga pelariannya.

Olah TKP itu dipimpin Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulsel Kombes Pol Erwin Sadma. Semua tim baik dari timsus dan resmob hadir. Bahkan warga dari luar perumahan juga ikut menonton saat anjing herder diturunkan.

Saleh dibuktikan sebagai pelaku empat hari pascaditemukannya mayat Ika. Pos Satpam berukuran 1×2 meter itu sudah dipasangi garis polisi. Di situ, Saleh tidur bersama istri dan anaknya. Pos itu juga biasa dijadikan tempat tinggal keponakan Saleh, Mus Mulyadi, yang bekerja sebagai tukang batu.

Polisi pun melakukan lagi olah TKP ke-5, Kamis pagi. Ditemukan obeng dan pisau dapur di rumah bagian belakang. Selain itu tim labfor juga menemukan bercak coklat diduga darah di tembok belakang dekat Pos Satpam. Beberapa jam kemudian dilakukan lagi lah TKP ke-6. Ditemukan puntung rokok yang kemudian dipastikan bahwa itu potongan rokok Saleh dan dijadikan dasar bahwa pelaku hanya satu orang. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *