Kadis Kesehatan Sulsel Akui Distribusi Tenaga Kesehatan Tidak Merata

SULSELONLINE.COM, MAKASSAR – Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Sulsel Dr H Rachmat Latief mengakui bahwa distribusi tenaga kesehatan yang ada di Sulsel tidak merata. Hal itu menimbulkan kesan bahwa Sulsel tenaga kesehatan.

Kadis Kesehatan Sulsel, Rahmat Latief. (Ist.)

Ia menegaskan bahwa Sulsel tidak kekurangan dokter, bidan ataupun tenaga perawat. Namun, distribusinya tidak merata, sehingga perlu dilakukan redistribusi. Hal itu disampaikannya, saat Pemaparan Program Kerja Strategis SKPD Lingkup Pemprov Sulsel, yang diselenggarakan Biro Humas dan Protokol Pemprov Sulsel, Kamis kemarin.

“Kendalanya sekarang karena otonomi daerah, sehingga distribusi tenaga kesehatan menjadi kewenangan bupati dan walikota. Kami hanya memberikan juknisnya, meskipun tetap kami pantau,” jelasnya.

Selanjutnya, terkait program-program kesehatan yang telah dilakukan selama ini telah berhasil mencapai bahkan melampaui target MDGs. Berdasarkan data tahun 2016, umur harapan hidup (UHH) Sulsel berada di angka 72,50 tahun.

Kematian ibu 104 kasus, dan kematian bayi 1.016 kasus. Sedangkan, prevalensi balita gizi buruk 4,3 persen dan balita gizi kurang 17,8 persen.

“UHH Sulsel ssebelumnya hanya 69,8 tahun, sekarang sudah 72,50 tahun. Kita bahkan melampaui target MDGs,” ujarnya, melalui Humas Pemprov Sulsel, Jumat (17/2/2017). (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *