None: Sekolah di Daerah Lebih Baik Dibanding Sekolah Unggulan di Makassar

SULSELONLINE.COM, MAKASSAR – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan Irman Yasin Limpo menyelesaikan ‘rally’ Sulsel etape ketiga (Sinjai, Bulukumba, Bantaeng, Jeneponto) di Kabupaten Bantaeng, Sabtu (11 Maret 2017) pukul 00.15 dini hari wita.

Kadisdik Sulsel Irman YL saat memantau sekolah di daerah. (Ist.)

None, sapaan akrab Irman Yasin Limpo, terpaksa membatalkan menginap di Bulukumba dan memajukan pertemuan dengan kepala sekolah, guru, dan pengawas di Kabupaten Bantaeng tengah malam. Rencana semula, None baru akan menemui mereka Sabtu pagi lalu melanjutkan ke Kabupaten Jeneponto.

“Undangan saya di Silatnas UNM di Makassar pukul 10 pagi. Terpaksa saya kasi maraton seperti ini. Untung bapak-ibu di Bantaeng masih bersedia diganggu malam-malam,” jelasnya di hadapan 40 orang anggota MKKS (Musyawarah Kelompok Kepala Sekolah) Bantaeng.

Pertemuan di Jeneponto pun terpaksa ditunda. Pada pertemuan dengan MKKS Bulukumba sekitar pukul 20.00 hingga 22.00 wita dan di Bantaeng pukul 22.30-00.10 wita, None membeberkan hasil temuan sementaranya yang membuat peserta pertemuan tercengang.

None dengan gamblang menungkapkan penilaiannya berdasar hasil road show yang telah dilakukan sejak dilantik sebagai sebagai kadis 5 September 2016 lalu.

“Setelah saya lihat secara langsung atmosfir dan iklim akademik sekolah-sekolah SMA¬†dan SMK di daerah, kesimpulan saya; sekolah di daerah jauh lebih baik dibanding sekolah-sekolah unggulan di Makassar,” katanya sembari menyebut satu-satu sekolah negeri unggulan yang dimaksud.

None justru heran mengapa sekolah-sekolah negeri itu disebut unggulan? Juga mengapa banyak orangtua siswa yang rela ‘berdarah-darah’ memasukkan anak mereka ke sana? Ada empat sekolah di daerah yang telah ia kunjungi yang diakuinya lebih baik dari yang ada di Makassar, yaitu di Kota Parepare, Kabupaten Wajo, Soppeng, dan Sinjai.

None mengklaim punya alasan dan standar yang jelas atas penilaiannya, antara lain meliputi kesiapan pelaksanaan ujian berbasis komputer, sarana dan prasarana pendukung, termasuk teknologi informasi, atmosfir belajar-mengajar, rasio jumlah siswa, hingga hal kecil tapi mendasar seperti kebersihan dan penataan perparkiran sekolah.

Meski demikian, ada kemungkinan jumlah sekolah yang lebih baik dari sekolah unggulan di Makassar masih lebih banyak karena beberapa kabupaten belum ia kunjungi.

“Kunjungan saya belum tuntas, daerah Luwu raya saya agendakan pekan depan. Bisa saja di sana ada sekolah yang lebih baik lagi,” katanya.

Etape pertama ‘rally’ Kadisdik Sulsel yang telah dituntaskan, yakni di kawasan Ajattappareng meliputi Kota Parepare, Kab. Pinrang, Sidrap, Barru, dan Pangkep pada akhir Februari lalu. Etape kedua di Bone Soppeng Wajo (Bosowa) yang langsung disambung ke etape ketiga di Kabupaten Sinjai, Bulukumba, Bantaeng.

Sedang kabupaten tetangga Makassar; Maros, Gowa, hingga Takalar telah ia kunjungi pada sela-sela tugasnya sebagai orang nomor satu di Disdik Sulsel. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *