Sanctuary Kupu-kupu dan Helena Sky Bridge Maros Resmi Beroperasi

SULSELONLINE.COM, MAROS – Suaka Satwa (Sanctuary) Kupu-kupu dan Helena Sky Bridge Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (TN Babul) yang berlokasi di kompleks Kawasan Wisata Alam Bantimurung Maros dibuka secara resmi, Sabtu (11/3/2017).

Peresmian sanctuary kupu-kupu dan Helena Sky Bridge Bantimurung Maros. (Ist.)

Peresmian dilakukan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal (Sekditjen) Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen LHK), Herry Subagiadi, didampingi  Wakil Bupati Maros HA Harmil Mattotorangdan Kepala Balai TN Babul Maros Sahdin Zunaidi.

Peresmian ini dihadiri Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sulawesi Maluku Darhamsyah, sejumlah Kepala UPT lingkup Kemen LHK di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, serta pejabat Maros dan Pangkep.

Peresmian tersebut menjadi bukti atas komitmen Pemerintah dalam upaya penyelamatan kupu-kupu sebagai spesies bendera (flag species) di kawasan TN Babul. Juga sebagai pusat study satwa endemik, sanctuary spesies kupu-kupu juga menjadi alternatif objek daya tarik wisata yang menarik.

Sekditjen KSDAE Kemen LHK, Herry Subagiadi menyampaikan dukungannya kepada Pemkab Maros yang menjadikan kupu-kupu sebagai ikon.

“Kami mendukung Bantimurung sebagai The Kingdom of Butterfly dengan dibangunnya sanctuary spesies kupu-kupu ini, kami berharap ke depan pengelolaan santuary ini dapat mencapai tujuannya sebagai pusat konservasi kupu-kupu, edukasi, dan ekowisata,” ungkapnya.

Sedangkan Wabup Maros HA Harmil Mattotorang menyampaikan, bahwa Kupu-kupu sudah menjadi ikon Kabupaten Maros, yang sudah dikenal sampai ke mancanegara.

“Kami berharap konservasi dan wisata di masa mendatang dapat terus dikolaborasikan. Kami juga mengucapkan terima kasih atas kerjasama Kementerian LHK dalam hal ini Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung atas kerjasamanya selama ini dalam pengelolaan Kawasan Wisata Alam Bantimurung,” ujarnya.

Sementara Kepala Balai TN Babul Maros Sahdin Zunaidi menyampaikan, untuk meningkatkan fungsi sanctuary sebagai alternatif objek dan daya tarik wisata, dibangun dua menara di puncak dome raksasa yang dihubungkan dengan jembatan gantung. Jembatan gantung ini kemudian diberi nama Helena Sky Bridge.

“Nama helena kami ambil dari nama salah satu diantara 21 jenis kupu-kupu yang dikembangbiakkan di sanctuary ini, Troides helena. Kupu-kupu ini juga termasuk jenis yang dilindungi sesuai PP nomor 7 tahun 1999”, ungkapnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *