Helena Sky Bridge Bantimurung Maros Sudah Dikunjungi 9.352 Wisatawan

SULSELONLINE.COM, MAROS – Helena Sky Bridge sebagai salah satu bagian dari pengelolaan Sanctuary Spesies Kupu-kupu telah menjadi wahana yang menarik dan menjadi trend baru kunjungan wisatawan ke kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (TN Babul).

Helena Sky Bridge di area Sanctuary Kupu-kupu Bantimurung Maros. (TN Babul)

Tak kurang dari 9.352 orang wisatawan, sampai dengan Maret 2017, telah berkunjung sejak jembatan gantung tersebut diujicobakan pada pertengahan Desember 2016 lalu, demikian dikatakan oleh Kepala Balai TN Babul Maros Sahdin Zunaidi.

“Nama helena kami ambil dari nama salah satu diantara 21 jenis kupu-kupu yang dikembangbiakkan di sanctuary ini, Troides helena. Kupu-kupu ini juga termasuk jenis yang dilindungi,” ungkapnya, Minggu (12/3/2017).

Sementara Sanctuary Kupu-kupu memiliki fasilitas yang cukup lengkap, terdapat dome kecil (60 m2) dan dome raksasa seluas 7.000 m2 sebagai sarana utama pengembangbiakan kupu-kupu, gedung laboratorium untuk aktivitas riset.

Ada juga display room untuk interpretasi serta jalan trail sepanjang 650 meter, MCK, loket karcis, dan gerbang utama sebagai sarana pendukung dalam pelayanan kunjungan.

Helena Sky Bridge dibangun untuk meningkatkan fungsi sanctuary sebagai alternatif objek dan daya tarik wisata, berupa dua menara di puncak dome raksasa yang dihubungkan dengan jembatan gantung.

“Melalui Pengembangan Sanctuary ini, diharapkan dapat mewujudkan tercapainya visi pengelolaan Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung di Maros menjadi destinasi ekowisata karst dunia,” jelasnya.

Peresmian Sanctuary Kupu-kupu dan Helena Sky Bridge tersebut dilakukan Direktorat Jenderal (Sekditjen) Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen LHK) Herry Subagiadi bersama Wakil Bupati Maros HA Harmil Mattotorang, Sabtu kemarin.

Hadir pula Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sulawesi Maluku Darhamsyah, sejumlah Kepala UPT lingkup Kemen LHK di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, serta pejabat Maros dan Pangkep. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *