Kepala Bapenda Sulsel Jelaskan Cara Pencairan Dana Bagi Hasil Rokok

MAKASSAR, SULSELONLINE.COM – Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulsel H Tautoto TR menyampaikan bahwa dana bagi rokok akan ditransfer oleh pemerintah pusat jika kabupaten dan kota telah membuat laporan penggunaan dana tersebut.

Kepala Bapenda Sulsel, H Tautoto TR. (Ist.)

Hal itu terungkap dalam rapat evaluasi pemanfaatan dana bagi hasil pajak rokok kabupaten dan kota se-Sulsel pada tahun 2016 di Hotel Clarion Makassar, Rabu (22/3/2017).

“Pengumpulan laporan harus dilakukan secara kolektif agar pemerintah pusat segera mencairkan anggaran untuk periode berikutnya. Jika ada satu saja kabupaten dan kota yang tidak menyetor laporan, maka semua kabupaten dan kota tidak akan mendapatkan dana bagi hasil rokok,” ujarnya.

Mantan Penjabat Bupati Soppeng ini menambahkan, dalam pertemuan yang berlangsung di Hotel Clarion tersebut, disepakati bahwa kabupaten dan kota yang terlambat memasukan laporan penggunaan dana bagi hasil rokok akan dikenakan sanksi.

“Tadi sudah disepakati oleh semua peserta,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Arwin Azis, dalam pemaparannya, mengatakan, akan menyederhanakan proses transfer dana bagi hasil pajak rokok ke kabupaten dan kota agar dana tersebut dapat segera digunakan oleh pemerintah daerah.

“Kami akan menyederhanakan syarat pencairan dana transfer. Kami sudah menghilangkan surat kuasa dan kuitansi. Pemerintah daerah cukup menyetorkan nomor rekening agar dana bagi hasil rokok dari pemerintah pusat dapat kami kirim secepatnya,” katanya.

Kepala Bappeda Sulsel Jufri Rahman yang juga tampil sebagai pemateri mengingatkan agar dana bagi hasil ini dipergunakan sesuai peruntukannya yakni harus berkaitan dengan peningkatan kesehatan masyarakat.

Rapat dibuka oleh Asisten Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Kesejahteraan, Pemprov Sulsel, Syukri Mattinetta, yang mewakil Sekda Provinsi Sulsel dan diikuti perwakilan seluruh kabupaten dan kota di Sulsel minus Kabupaten Jeneponto.

Dalam kesempatan tersebut, Bapenda Sulsel juga membuka tiga desk khusus untuk memberikan kesempatan pada kabupaten dan kota untuk mengkonsultasikan penggunaan dana bagi hasil rokok. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *