Program Hipmi Sulsel 1 Desa 10 Pengusaha akan Tumbuhkan Perekonomian Indonesia

SULSELONLINE.COM, MAROS – Program Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk menciptakan 1 desa 10 pengusaha mulai dijalankan. Hal itu ditandai dengan menggelar Seminar Wirausaha Desa di Kabupaten Maros.

Bendum Hipmi Sulsel, Andi Safriadi Adam. (Ist.)

Ketua Umum Hipmi Sulsel Herman Heizer didampingi Bendahara Umum Andi Safriadi Adam, Ketua Bidang Koperasi dan UKM Andi Riza Alif, Ketua HIPMI Maros H Ilyas Hannasi serta sejumlah pengurus Hipmi Sulsel, hadir dalam seminar yang digelar di aula Kantor Camat Bantimurung pada Kamis 23 Maret lalu.

Terkait hal tersebut, Bendahara Umum Hipmi Sulsel Andi Safriadi Adam menyampaikan, program menciptakan 1 desa 10 pengusaha tersebut merupakan upaya menciptakan pengusaha baru.

Menurutnya, Indonesia saat ini minim pengusaha, hanya memiliki 1,2 persen pengusaha, padahal standartnya harus ada 2 persen dari jumlah penduduk. Dengan data itu, Indonesia tertinggal jauh dari negara-negara berkembang yang memiliki 3,5 persen, bahkan sampai 7 persen pengusaha.

“Oleh karena itu, Hipmi Sulsel berpikir kalau ini menjadi tanggung jawab seluruh pemuda yang ada di negeri ini dan semua yang ada ini Hipmi. Kita telah mulai dan Alhamdulillah mendapat respon positif dari seluruh kepala daerah, dalam waktu dekat Hipmi Sulsel akan menandatangani nota kerjasama dengan beberapa kepala daerah terkait program ini,” ungkapnya, Minggu (26/3/2017).

Program tersebut diawali dengan membuka pola pikir para generasi muda, para mahasiswa, agar mereka jangan hanya selalu berpikir jadi karyawan atau PNS, sebab kemajuan negara kita berada di pundak para generasi muda seperti mereka.

Dia menambahkan, Hipmi Sulsel yakin kalau program 1 desa 10 pengusaha ini akan menumbuhkan perekonomian di Indonesia, terkhusus di Sulsel.

“Bayangkan saja kalau ini terwujud, beberapa banyak pengangguran yang bisa kita pekerjaan, misalnya 1 desa 10 pengusaha, 10 pengusaha ini mempekerjakan minimal 10 orang, minimal ada 100 lapangan kerja yang bisa tercipta,” paparnya.

Mantan Ketua Hipmi Maros ini juga menyampaikan,  khusus di Maros, semua desa yang memiliki potensi, akan dibantu oleh Hipmi Sulsel, baik yang memiliki potensi hasil bumi ataupun potensi pariwisata. Desa itu akan menjadi prioritas. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *