Ceramah Zakir Naik di Makassar Akhiri Perjalanannya di Indonesia

SULSELONLINE.COM, MAKASSAR – Penceramah kondang asal India Zakir Naik menggelar ceramah di Baruga AP Pettarani Universitas Hasanuddin Makassar, Senin (10/4/2017).

Zakir Naik saat ceramah di Unhas Makassar. (Tribun Timur)

Ceramah Zakir Naik itu dihadiri ribuan orang, termasuk para pejabat Sulsel. Ceramah itu merupakan titik akhir dari perjalanannya di sejumlah daerah di Indonesia.

“Kami bersyukur antusiasme jamaah begitu luar biasa menghadiri ceramah Dr Zakir Naik,” kata panitia dari Forum Umat Islam Bersatu disela-sela kehadiran penceramah kondang itu di Makassar.

Ribuan orang memenuhi tribun Baruga Pettarani yang berlantai tiga, termasuk yang berada di pelataran dengan fasilitas televisi yang bisa melihat siaran langsung ceramah dai fenomenal itu.

Sebelum menghadiri kegiatan akbar itu, lelaki dari negeri Hindustan itu sudah tiba di Makassarpada Ahad 9 April. Malam harinya, ia dijamu makan malam sebagai suatu kehormatan dalam mengunjungi Kota Makassar oleh Wali Kota Makassar Ramdhan Pomanto.

Sementara untuk pengamanan Zakir Naik selama berlangsungnya kegiatan ceramah di Unhas Makassar, sedikitnya 150 orang dari Laskar Front Pembela Islam (FPI) berada pada ring satu. Sedang pihak Kepolisian juga turut berjaga-jaga mengamankan kegiatan tersebut yang berlangsung pada jam 09.00 – 12.00 Wita.

Dalam ceramahnya yang bertopik “Al Quran dan Ilmu Pengetahuan Modern” itu, Zakir Naik mengulas sejumlah permasalahan di lapangan, misalnya siklus air dari sisi teknologi dan juga ulasan dalam Al Quran.

“Benda terkecil dalam ilmu pengetahuan disebut atom, dalam Islam disebut itu disebut zarrah. Jauh sebelum atom ditemukan oleh ilmuan,” katanya.

Penjelasan Zakir Naik yang mempertemukan kutub ilmu pengetahuan (science) dan kitab suci Alquran itu menjadi salah satu alasan umat Islam maupun non-Muslim tertarik menelaah lebih jauh ceramah dai yang memiliki latar belakang dokter itu.

Dalam ceramah tersebut, Zakir Naik melayani 12 pertanyaan dari peserta yang semuanya non Muslim. Dari 12 penanya, delapan di antaranya langsung menyatakan sikap memeluk agama Islam. Sebelumnya, mereka umumnya beragama Kristen, baik Protestan maupun Katolik.

Dari delapan orang yang bersyahadat di hadapan Dr Zakir Naik, mereka adalah mahasiswa dan karyawan, seorang di antaranya masih berstatus pelajar. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *