Tunjangan Sertifikasi Guru SMA-SMK di Sulsel Akhirnya Cair

SULSELONLINE.COM, MAKASSAR – Tekad Kadis Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo atas pembayaran tunjangan sertifikasi guru terjawab sudah.

Kadis Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo. (Ist.)

Kepastian cairnya tunjangan profesi bagi pendidik ini diketahui setelah pihak Bank BNI menemui Sekretaris Disdik Sulsel Setiawan Aswad di Kantor Disdik Sulsel Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar, Kamis (22/6/2017).

“Pembayaran tunjangan profesi guru oleh BNI melalui rekening guru. Syaratnya guru mendatangi BNI setempat, setelah mendapat surat pengantar kolektif dari UPTP, dan menunjukkan persyaratan administrasi perbankan yang diperlukan untuk klaim nomor rekening dan uangnya,” jelasnya.

Koordinator Pengawas Disdik Sulsel, Nur Laely Bashir mengingatkan, para guru melengkapi berkas untuk tunjangan ini, agar ke depan lebih responsif dan senantiasa memperhatikan prosedur yang berlaku.

Kabar ini pun langsung disambut gembira para guru. Najmatul Widadi misalnya, guru SMAN 5 Makassar ini mengaku lega dan senang akhirnya sertifikasi dibayarkan jelang lebaran. Ia mengapresiasi perjuangan panjang Disdik Sulsel, None -sapaan akrab Irman Yasin Limpo, terwujud di waktu yang tepat.

“Kami tentu sangat senang, setidak-tidaknya ini akan membantu kami memenuhi kebutuhan meskipun sebenarnya tunjangan ini adalah tunjangan profesi bukan semata-mata untuk kebutuhan konsumtif,” katanya.

Diketahui tunjangan profesi guru lingkup Disdik Sulsel, yakni untuk guru SMK, SMA, dan SLB menunggak selama enam bulan. Penyebabnya bermacam-macam. Mulai dari verifikasi yang memakan waktu yang lama karena dilakukan ke orang per orang (berkas setiap guru) oleh pengawas provinsi, hingga proses di keuangan (BPKD Provinsi Sulsel).

Dari jumlah sekitar 16.000 guru di Sulsel, jumlah guru bersertifikasi yakni sekitar 12 ribu guru plus pengawas di tiap kabupaten dan kota. Selebihnya belum memenuhi syarat untuk mendapatkan tunjangan profesi tersebut.

Guru dan pengawas di Sulsel termasuk beruntung tunjangan profesi mereka dibayarkan jelang Lebaran. Pasalnya, untuk guru pendidikan dasar (SD dan SMP) yang berada dalam kewenangan disdik kabupaten dan kota, kebanyakan belum terbayarkan hingga H-2 lebaran, termasuk guru SD dan SMP di Makassar. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *