BKN: 6.296 Guru Garis Depan Jadi CPNS per 1 Agustus 2017

SULSELONLINE.COM –┬áPemerintah melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) mempercepat proses pengangkatan Guru Garis Depan (GGD) menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Ilustrasi guru. (Int.)

Kepala BKN Bima Haria Wibisana mengatakan, para GGD yang lolos verifikasi dan validasi (Verval) BKN akan diangkat menjadi CPNS Terhitung Mulai Tanggal (TMT) 1 Agustus 2017.

Hal itu disampaikannya saat membuka kegiatan Pemrosesan Penetapan Nomor Induk Pegawai (NIP) dan Surat Keputusan (SK) CPNS GGD di Hotel Menara Peninsula Jakarta, Kamis (13/7/2017).

Ia menuturkan, semua formasi CPNS yang ditetapkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PANRB) dan BKN dilakukan berdasarkan perhitungan kebutuhan.

“Jadi GGD, tenaga kesehatan PTT, dan penyuluh pertanian juga ditentukan dari perhitungan kebutuhan yang harus dihitung secara cermat, karena pemerintah sebenarnya masih menginginkan moratorium CPNS,” ujarnya.

Sementara Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Dasar Kemdikbud Poppy Latjeno mengatakan, pihaknya menjadwalkan penyerahan SK CPNS GGD oleh 7 gubernur dan 44 bupati akan dilakukan pada Selasa 18 Juli secara langsung kepada perwakilan CPNS.

Para CPNS GGD tersebut akan ditempatkan dan mengabdi sebagai guru di daerah-daerah terluar yang tersebar di 14 provinsi dan 96 labupaten.

“Jadi secara total akan ada 6.296 guru garis depan untuk ditempatkan di 14 provinsi dan 93 kabupaten di Indonesia,” katanya, melalui Humas BKN.

Menurutnya, penandatanganan SK CPNS GGD 2016 tahap pertama akan dilaksanakan pada 17 dan 18 Juli di Jakarta, yang akan dihadiri tujuh gubernur dan 44 bupati selaku pejabat pembina kepegawaian masing-masing daerah.

Kegiatan ini juga dihadiri berbagai unsur yang terlibat dalam penetapan SK CPNS GGD, yaitu Kantor Regional BKN, BKD provinsi, BKD kabupaten, Biro Kepegawaian Kemendikbud, serta Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud.

Diketahui, pengiriman GGD ke daerah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T) bertujuan meningkatkan mutu pendidikan yang merata. Sesuai amanat Nawa Cita, pemerintah berusaha mewujudkan mutu pendidikan yang terjangkau dan berkualitas di seluruh pelosok negeri, termasuk daerah 3T yang menjadi target lokasi penempatan GGD. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *