Samsat Maros: Tunggakan Pajak Kendaraan Bosowa Semen Capai Rp600 Juta

MAROS, SULSELONLINE.COM – UPTD Samsat Maros Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulsel mengeluhkan tunggakan pajak kendaraan PT Bosowa Semen yang menunggak pajak sebesar Rp600 juta, khusus untuk biaya balik nama kendaraan baru (BBNKB).

Kepala Samsat Maros, Hj Zainab Saleh. (Int.)

Kepala Samsat Maros Hj Zainab Saleh, mengemukakan, tunggakan pajak kendaraan PT Bosowa Semen bukan hanya BBNKB untuk alat berat, tetapi juga tunggakan pajak kendaraan truk oprasional.

“Untuk tagihan pajak khusus bulan Juli saja dengan jumlah kendaraan sebanyak 20 unit tunggakan pajaknya sebesar kurang lebihRp 100 juta. Pajak kendaraan baru dan tunggakan bulan Juni yang harus dibayar PT Semen Bosowa kurang lebih Rp700 juta,” ujarnya, Senin (7/8/2017).

Upaya yang dilakukan Samsat Maros untuk mendapatkan pajak dari PT Bosowa Semen dengan cara menyurat, menegur, mendatangi secara langsung ke kantor PT Semen Bosowa sudah berkali-kali dilakukan. Namun pihak Direksi PT Semen Bosowa belum dapat mentaati kewajibanya sebagai wajib pajak.

“Saya sudah berkali-kali menyurat dan mendatangi kantornya. Namun belum ada respon positif dari perusahaan pihak Semen Bosowa,” ungkapnya.

Diakuinya, untuk anggaran bayar biaya pajak kendaraan operasional dan biaya balik nama kendaraan baru milik PT Semen Bosowa pasti ada. Akan tetapi sejauh ini, pihak PT Semen Bosowa tidak mematuhi kewajibannya membayar pajak kendaraanya tepat waktu.

“Seharusnya PT Semen Bosowa yang menjadi contoh perusahaam lainya dalam hal taat pajak. Tapi justru sebaliknya pajak kendaraan operasionalnya telah dibiarkan hingga tunggakan pajak menumpuk setiap bulanya. Setiap bulan kami menghubungi agar taat pajak, tapi belum ada respon positif,” tambahnya.

Diakuinya, upaya pendekatan ke pihak PT Semen Bosowa terkait pajak kendaraanya sudah ditempuh dengan berbagai cara. Bahkan bersama dengan staf UPTD Samsat Maros berjam-jam di perusahaan tersebut untuk memberikan pengertian agar bisa membayar pajak kendaraanya. Tapi hasilnya belum maksimal.

Hal itu menyebabkan target pemasukan PAD dari sektor retribusi pajak kendaraan khusus untuk PT Bosowa Semen anjlok karena jumlah kendaraan banyak tapi pajaknya sangat memprihatinkan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *