Ketua Umum IGI: Revolusi Pendidikan Lahir dari Sulsel 

MAKASSAR, SULSELONLINE.COM  – Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muh Ramli Rahim menyebut revolusi pendidikan ada di Sulawesi Selatan. Hal tersebut diungkapkannya sesaat setelah Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel Irman Yasin Limpo menerimanya berkunjung, Sabtu, (12/8/2017).

Ruang kontral e-Panrita di kantor Disdik Dulsel. (Ist.)

“Saat menyempatkan diri mengunjungi kantor Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel, saya melihat perubahan besar di kantor ini, hal ini mengirimkan signal keseriusan Pemerintah Provinsi Sulsel dalam mengelola pendidikan yang baru saja dilimpahkan dari kabupaten dan kota ke provinsi,” ujarnya.

Salah satu yang ditunjukkan oleh None, sapaan akbar Irman Yasin Limpo, adalah terpampangnya puluhan televisi layar datar yang memonitoring berbagai aktifitas pendidikan.

Muh Ramli Rahim pun menganggap hal tersebut dapat meningkatkan kualitas dan prestasi pendidikan yang ada di Sulsel. Puluhan televisi ini membuatnya takjub, seluruh aktivitas pendidikan terpantau dari ruangan kontrol tersebut.

Kemudian None mulai memperlihatkan satu persatu dan meminta operator memperlihatkan tentang aplikasi, aplikasi pendidikan yang dikembangkan oleh Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan.

Dalam modul aplikasi tersebut terdapat absensi, e-Learning, e-Rapor serta modul guru. Dengan sistem ini, aktivitas mengajar guru sekolah dapat dipantau. Termasuk catatan aktivitas guru-guru, dimana Irman memperlihatkan guru yang datang lambat dan pulang cepat.

“Ini menjadikan sarana buat mendeteksi guru-guru kreatif dan inovatif dalam pembelajaran,” ujar Muh Ramli Rahim.

Ia juga menyarankan agar CCTV yang banyak dipasang di belakang meja guru untuk dipindahkan, karena guru tidak terdeteksi, tetapi berada pada posisi yang mampu mendeteksi guru dan murid.

“Masih begitu banyak kawan-kawan saya guru yang mengajar dengan pola konvensional yang membosankan dan kadang menjengkelkan,” tambahnya.  Dikatakannya pula, bahwa IGI berupaya agar kompetensi guru dapat meningkat dengan memberikan skill atau keahlian pada guru agar proses belajar mengajar tidak membosankan.

“Sejauh ini rencananya kami akan menyiapkan 57 pelatih IGI dengan kemampuan yang sudah level nasional tinggal diatur jadwalnya saja untuk melatih kawan-kawan melalui telecon,” jelasnya.

Pemerintah Sulawesi Selatan menerima penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) untuk aplikasi pendidikan E-Panrita ini sebagai aplikasi pendidikan dengan transmisi fiber optik pertama di Indonesia.

Penghargaan ini diterima langsung oleh Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo pada puncak peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) Ke-22 di Kawasan Center Point of Indonesia (CPI) pada Kamis 10 Agustus lalu. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *