BPHP Palu Gelar Diklat Pengelolaan Hutan dan Pengujian Kayu

PALU, SULSELONLINE.COM – Balai Pengelolaan Hutan Produksi (BPHP) Wilayah XII Palu kembali menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Tenaga Teknis (Ganis) Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (PHPL), Pengujian Kayu Bulat Rimba (PKBR) dan Pengujian Kayu Gergajian Rimba (PKGR) di Hotel Jazz Palu.

Diklat kehutanan Palu. (Ist)

Diklat ini bekerjasama dengan Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) komisariat Sulawesi dan Asosiasi Industri dan Perdagangan Kayu (AIPEK) Kabupaten Banggai ini dibuka oleh Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Makassar Anhar pada Sabtu 12 Agustus kemarin.

Disampaikannya, diklat ini merupakan kegiatan yang sangat strategis dalam rangka meningkatkan kinerja melalui peningkatan kapasitas guna mewujudkan pengelolaan hutan lestari. Mengingat pengelolaan hutan bertujuan agar manfaat hutan dapat lebih optimal serta dapat memberikan dampak yang luas dan positif terhadap kondisi ekonomi, sosial dan ekologi.

Sehingga patut menjadi perhatian kita bahwa saat ini harapan akan pengelolaan hutan lestari sudah menjadi tuntutan bukan saja nasional, tapi juga internasional. Hal ini tentu perlu disikapi dengan bijak dalam bentuk tindakan atau aksi nyata, diantaranya dengan menyiapkan sumber daya manusia yang berkompeten
melalui penyelenggaraan diklat.

Kepala BPHP XII Palu Agus Heri Susanto menyampaikan, diklat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman terhadap pengukuran dan pengujian hasil hutan kayu, baik berupa kayu bulat maupun kayu gergajian, sistim pengelolaan hutan produksi lestari serta memberikan wawasan bidang hukum kepada peserta sehingga mereka memahami tugas, tanggung jawab dan haknya sebagai masyarakat.

“Hal ini akan mendorong terwujudnya pengelolaan hutan produksi secara lestari,” ujarnya, Senin (14/8/2017).

Sementara Ketua panitia diklat Barto TL Bannepadang mengemukakan, diklat diikuti perusahaan pemegang ijin pemanfaatan kawasan hutan atau pemegang sertifikat pada pohon tumbuh alami dan industri hasil hutan kayu dan dilaksanakan selama 17 hari untuk Ganis PHPL dan 25 hari untuk Ganis PKBR dan Ganis PKGR.

“Kegiatan belajar dalam diklat ini terdiri atas teori dan praktek. Kegiatan teori dilaksanakan dengan pemateri dari direktorat jenderal PHPL Kementerian LHK Jakarta, balai diklat LHK Makassar dan BPHP XII Palu. Sedangkan kegiatan praktek lapangan dilaksanakan di tiga lokasi hutan yang ada di Kabupaten
Donggala,” jelasnya.

Diklat diikuti karyawan perusahaan pemegang ijin pemanfaatan kawasan hutan dan industri hasil hutan yang berada di wilayah Sulteng, Sulut, Gorontalo, Sulbar dan Sulsel. Juga dari Maltra, Kalteng. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *