oleh

SYL: Dari Dulu Saya Selalu Mengaku Orang Toraja

MAKASSAR, SULSELONLINE.COM – Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo (SYL) memperoleh gelar adat pemimpin kehormatan Toraja. Gelar yang disematkan padanya yaitu Arrang Samalelena Sulsel Biak Marorronganna Babangan A’pa.

SYL saat disematkan gelar adat pemimpin kehormatan Toraja. (Ist.)

Gelar tersebut memiliki arti pemberi cahaya terang di seluruh pantai dan pedalaman di Sulsel. Pemberian gelar dilaksanakan pada Hari Ulang Tahun ke-9 Toraja Utara di Lapangan Bakti Rantepao, Rabu kemarin.

Gelar ini diberikan kepada SYL setelah melalui rapat masyarakat adat. Prosesi pemberian gelar oleh Ketua Dewan Kehormatan Adat Toraja Layuk Saronggallo bersama anggota Dewan Adat Tilang Tandirerung.

“Dari dulu saya selalu mengaku orang Toraja, terima kasih,” ujarnya, mengutip media, Kamis (31/8/2017).

Sementara itu, Layuk Saronggallo mengatakan bahwa pemberian gelar kepada SYL melalui proses yang benar secara adat. Selain itu pertimbangan yang ada karena kontribusinya pada masyarakat Toraja Utara.

“Pemberian gelar dalam budaya Toraja itu dibenarkan sepanjang melalui proses adat. Gelar ini akan berlaku seumur hidup. Semua gelar yang diberikan tersebut membuat seseorang semakin bijak,” ungkapnya.

Pemberian gelar dalam budaya Toraja diberikan kepada orang yang masih hidup ataupun yang telah meninggal. Beberapa hal menjadi pertimbangan sehingga SYL mendapat gelar ada kehormatan pemimpin Toraja, di antaranya selama menjabat dua periode harkat dan martabat masyarakat Toraja terjaga.

“Selama dua periode menjabat, orang Toraja tidak bisa menyangkal, tidak ada lagi yang mendiskreditkan masyarakat suku Toraja, tidak ada lagi pulang dengan rasa malu ke Toraja,” sebutnya.

Sedangkan Bupati Toraja Utara Kalatiku Paembonan menambahkan, pertimbangan lainnya karena SYL sebagai penggagas Lovely Desember, memperjuangkan Bandara Buntu Kunyi, meningkatkan pendidikan dan terdapat kepala organisasi perangkat daerah dari warga Toraja, juga pembangunan patung Yesus dan rest area di wilayah sungai Sa’dan. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed