Tjahjo Kumolo dan SYL Terima Gelar Adat Toraja

MAKALE, SULSELONLINE.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo dan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo (SYL) menghadiri puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60 Kabupaten Tana Toraja di Kawasan Wisata Religi Buntu Burake, Kamis kemarin.

Tjahjo Kumolo dan SYL saat menerima Gelar Adat Toraja. (Ist.)

HUT ke-60 Kabupaten Tana Toraja yang juga bertepatan dengan Hari Jadi ke-770 Toraja ini juga dihadiri sejumlah tokoh, dia ntaranya pendiri Partai Perindo dan CEO MNC Group Harry Tanoesudibjo (HT), Bupati Gowa Adnan Purichita Ichsan dan Bupati Luwu Andi Muzakkar.

Tjahjo Kumolo juga hadir di acara ini, selain untuk melihat kesiapan menyambut kedatangan Presiden RI Joko Widodo yang akan menghadiri event tahunan Lovely December, juga menerima penghargaan dari masyarakat adat Toraja. Pemberian gelar untuk Tjahjo Kumolo dilakukan melalui prosesi adat Ma’ttoko.

Selain itu, SYL juga mendapat gelar adat dengan nama Puang Sanda Lalong Na Batu Borrong yang berarti bangsawan dan jantan dari batu bersinar.  Sebelum penganugerahan gelar, Tjahjo Kumolo dan SYL menuju Batu Inan Ma’ttoko selanjutnya dibacakan Singgi’ oleh To Minaa yang didampingi tokoh adat dan tokoh agama.

Sehari sebelumnya, SYL juga mendapatkan gelar adat pemimpin kehormatan dari Dewan Adat Toraja dengan gelar Arrang Samalelena Sulsel Biak Marorronganna Babangan A’pa yang memiliki arti pemberi cahaya yang terang di seluruh pantai dan pedalaman Sulawesi Selatan.

Pada kesempatan itu, keduanya disematkan atribut adat La’bo’ Pinai, Salempang, Passapu dan Piagam Singgi.  SYL pun mengapresiasi tema yang diangkat pada HUT Tana Toraja dengan tema “Toraja Maelo”.

“Melalui tema ini, saya berharap masyarakat Tana Toraja mampu bekerja dan berkarya dengan meraih prestasi lebih tinggi guna meningkatkan daya saing sesuai dengan sumber daya alam dan manusia yang dimiliki,” ujarnya, melalui Humas Sulsel, Jumat (1/9/2017).

Dia menjelaskan, menjelang sepuluh tahun terakhir menjabat sebagai gubernur, berbagai kemajuan diraih.

“Ini hari jadi ke-60. Jangan mundur, don’t look back,” ucap gubernur dua periode ini.

Dia juga bertekad akan menyelesaikan pembangunan bandara yang ada di Toraja. Serta menyukseskan Lovely Desember dengan menghadirkan Presiden RI Joko Widodo dan duta besar negara-negara sahabat.

Sementara itu Tjahjo Kumolo dalam sambutannya, berterima kasih atas gelar adat yang diberikan dan akan berjuang untuk Tana Toraja.

“Saya berterima kasih atas gelar adat kepada saya, saya orang Indonesia. Saya perjuangkan baik sebagai pribadi dan jabatan saya,” sebut Mendagri.

Dia berharap bahwa Toraja Utara dan Tana Toraja menjadi lebih maju, terutama sektor pariwisata. Namun tidak meninggalkan identitas dan agama, karena menurutnya jika tidak ada maka pariwisata tidak ada artinya.

Dia juga memuji SYL bahwa dalam sepuluh tahun memimpin Sulsel telah menunaikan janji-janji politiknya.

“Berhasil menempatkan Sulsel dengan pertumbuhan ekonomi di atas nasional. Paling enak ini gubernur, semua janji politik sudah diselesaikan. Pertumbuhan dan percepatan ekonomi bagus, tinggal menyelesaikan Pilkada serentak didukung semua pihak,” pungkas.

Pada HUT kali ini, sejumlah bantuan diberikan. SYL juga memberikan bantuan dana satu miliar untuk Lovely Desember sementara itu HT akan berinvestasi dan memberikan promosi gratis bagi Tana Toraja di media-media yang dimilikinya. Pada kesempatan itu, Pemkab Tana Toraja menyumbangkan 20 sapi kurban untuk kaum dhuafa. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *