KLHK dan Pemprov Sulteng Kembangkan Ekonomi Warga di Wilayah Hutan

PALU, SULSELONLINE.COM – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menandatangani nota kesepahaman dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi Berbasis Masyarakat di Wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Sulteng.

Penandatangan kerjasama antara KLHK dengan Pemprov Sulteng. (Ist.)

Penandatangan yang menandai kerjasama antara KLHK dengan Pemerintah Provinsi Sulteng ini dilakukan oleh Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan KLHK Dr Rufi’e dan Gubernur Sulteng Longki Djanggola di Aula Pogombo Kantor Gubernur Sulteng di Palu, Senin (04/09/2017).

Penandatangan kerjasama ini disaksikan oleh Direktur Iuran dan Peredaran Hasil Hutan Ditjen PHPL M Awriya Ibrahim, Kadishut Sulteng Nahardi dan Kepala BPHP Wilayah XII Palu Agus Heri Susanto.

Menurut Dr Rufi’e, kerjasama tersebut bertujuan untuk percepatan pengembangan ekonomi berbasis masyarakat di wilayah KPH Sulteng.

“Kerjasama ini merupakan dasar bagi kolaborasi antara KLHK dengan Pemerintah Sulteng dalam berbagi sumberdaya dan informasi yang dapat bermanfaat untuk kepentingan pengembangan ekonomi berbasis masyarakat di wilayah Sulteng,” jelasnya, saat membawakan sambutan mewakili Dirjen Pengelolaan Hutan Produksi KLHK Dr Putera Parthama.

Ditambahkannya, kerjasama ini juga merupakan perwujudan pendekatan integrative dan kolaborasi oleh KLHK untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang hidupnya bergantung dari hasil hutan dengan mengandalkan peran KPH untuk melakukan pendampingan dalam pengembangan bisnis dan skema perhutanan sosial.

“Hutan merupakan penyangga kehidupan oleh karena itu hutan harus dirawat dilestarikan dan dimanfaatkan secara maksimal untuk kesejahteraan masyarakat,” terangnya.

Sementara itu, Longki Djanggola berharap inisiatif tersebut dapat mendukung pemberdayaan ekomomi bagi masyarakat yang penghidupannya bergantung pada hasil hutan, dan menjamin kelestarian hutan di Sulteng. Dirinya mengingatkan dalam mengelola dan memanfaatkan hutan, tetap dilakukan secara hati-hati sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Jangan sampai melakukan eksploitasi secara berlebihan, karena hal itu akan mengakibatkan kerusakan hutan,” ujarnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *