Pilgub Sulsel Berpeluang Diikuti Empat Paslon Parpol

SULSELONLINE.COM – Epicentrum Politica memiliki analisa tersendiri terhadap konstelasi politik Pilgub Sulsel 2018 mendatang. Pilgub Sulsel masih memungkinkan diikuti oleh empat pasangan calon.

Direktur Epicentrum Politica Iin Fitriani mengemukakan, peta koalisi di Pilgub Sulsel sudah semakin terarah, seiring semakin mendekatnya tahapan pendaftaran pasangan calon di KPU.

“Idealnya, jika total 85 kursi dibagi rata dengan persyaratan 17 kursi untuk mengusung cagub dan cawagub, maka akan muncul 5 pasang dari jalur parpol. Namun hal tersebut sulit terwujud karena jatah kursi di DPRD yang tidak sama rata besarnya,” katanya melalui GoSulsel, Minggu (9/9/2017).

Tentang koalisi besar, pasangan Nurdin Halid-Aziz Qahar Mudzakkar (NH-Azis) menjadi salah satu yang berpeluang. Hal ini bukan tanpa alasan, lantaran perkembangan terakhir mengenai hubungan Golkar dan NasDem yang semakin lengket menjadi penyebabnya.

“Jika Golkar 18 kursi dan NasDem 7 kursi bersepakat, maka NH-Azis melenggang aman dengan bekal 25 kursi, lebih dari cukup,” katanya.

Tentang koalisi gemuk juga bisa diwujudkan pasangan calon Agus Arifin Nu’mang-Aliyah Mustika Ilham. Alasannya, Agus sudah mengantongi dukungan PKB 3 kursi dan PBB 1 kursi, sehingga, peluang merapatnya Demokrat dengan 11 kursi lewat Aliyah menjadi terbuka lebar.

“Hal ini tentu juga akan menjadi pertimbangan utama Gerindra dengan 11 kursi untuk memantapkan keputusan mendukung Agus, yang bukan orang lain, melainkan kader Gerindra sendiri,” imbuhnya.

Dengan begitu, akan terkumpul total 26 kursi pengusung Agus-Aliyah. Kubu dengan koalisi partai yang cukup banyak.

Sementara pasangan calon lainnya akan memperebutkan 34 kursi tersisa. Hanya memang, pasangan calon Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) juga telah mengantongi rekomendasi PAN 9 kursi dan PPP 7 kursi.

Disisi lain, Nurdin Abdullah-Tanribali Lamo (NA-TBL) juga sudah mengklaim dukungan partai pengusungnya telah cukup untuk maju di kontestasi Pilkada Sulsel 2018.

Olehnya, dua pasang inilah yang berpotensi mendapatkan koalisi ramping yang tersisa. Mereka akan berebut PKS 6 kursi, Hanura 6 kursi, PDI Perjuangan 5 kursi dan PKPI 1 kursi.

“Keduanya masih sangat berpotensi maju lewat jalur Parpol dengan koalisi yang pas diambang persyaratan, jika IYL-Cakka setidaknya mendapatkan satu lagi dukungan dari PKPI sehingga genap 17 kursi. Dan jika NA-TBL kebagian PKS, Hanura dan PDIP yang totalnya berjumlah pas 17 kursi juga,” paparnya.

Dengan perhitungan tersebut, akan membuka peluang 4 pasang calon yang memang selama ini menonjol terdengar. Namun hal itu tergantung pada lobi-lobi politik. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *