Pembangunan Tol Bantaeng Dukung Pariwisata dan Ekonomi Warga

JAKARTA, SULSELONLINE.COM – Bakal calon Bupati Bantaeng Hadi Djamal berniat membangun jalan tol di pesisir Bantaeng agar memperlancar transportasi dari Bantaeng menuju Kota Makassar dan sebaliknya.

Bakal calon Bupati Bantaeng Dr Abdul Hadi Djamal bersama Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Dr Syarif Burhanuddin. (Ist.)

“Kalau di utara itu perlu kereta api untuk menghindari macet dan mengoptimalkan waktu tempuh, kita di Bantaeng hanya butuh tol,” ujarnya.

Cara itu dianggap sebagai solusi agar bisa menghindari kemacetan kendaraan bagi warga Bantaeng yang hendak ke Makassar atau sebaliknya. Program pembangunan tol ini mendapat respon positif dari pengusaha industri pariwisata, yakni Direktur Lidya Surya Tinadung Tour and Travel, Sudirjaya.

“Akses menjadi hal krusial untuk mendukung pengembangan pariwisata di Bantaeng. Jalan tol dari Makassar ke Bantaeng merupakan hal yang sangat dibutuhkan,” ungkapnya.

Dia mencontohkan, jika selama ini jarak  Makassar-Bantaeng ditempuh hingga tiga jam, maka dengan adanya jalan tol, jarak tempuhnya bisa saja kurang dari dua jam. Dia yakin dengan adanya jalan tol maka pariwisata di Bantaeng akan semakin menjanjikan dan arus wisatawan semakin meningkat.

Menurutnya, pembangunan jalan tol Makassar-Bantaeng dan Bantaeng-Makassar akan terealisasi karena adanya konsep Mamminasata (Makassar, Maros, Sungguminasa, Takalar).

Apabila Bantaeng juga memulai pembangunan jalan tol maka di wilayah selatan, praktis tinggal Jeneponto yang akan dibangun jalan serupa.

“Jika pihak swasta, pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten sinergi, pembangunan jalan tol di selatan akan cepat terwujud,” jelasnya.

Hal sama juga diungkapkan Direktur Amalia Tour and Travel Vivi Amalia, menurutnya, salah satu yang sering ditanyakan oleh wisatawan adalah jarak tempuh ke lokasi wisata dari Kota Makassar.

“Pariwisata bisa men-drive sektor lain untuk meningkatkan pendapatan per kapita warga dan penurunan angka kemiskinan,” katanya.

Jika ada pergerakan orang, maka akan ada pergerakan uang. Apalagi pariwisata adalah industri yang paling mudah dan paling murah untuk meningkatkan pendapatan per kapita, menaikkan devisa, dan menciptakan lapangan kerja.

Kedua pengusaha pariwisata ini mengakui jika jalan tol terbangun di wilayah selatan maka memberikan dampak yang tinggi bagi pertumbuhan ekonomi dan pemerataan di beberapa kabupaten di daerah selatan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *