Polda Sulsel Ungkap Pabrik Pupuk Tanpa Ijin Edar di Maros

MAROS – Ditreskrimsus Polda Sulsel mengungkap produsen pupuk ilegal yang dibuat di Kabupaten Maros. Pengungkapan tersebut bermula saat ketika Sat Reskrim Polres Enrekang menemukan pupuk pembenah tanah merek ADB yang tidak memiliki izin.

Press release produksi dan perdagangan pupuk tanpa ijin edar oleh Polda Sulsel. (Ist.)

“Pupuk tersebut kemudian dikoordinasikan dengan Subdit I Indag Dit Reskrimsus Polda Sulsel. Produksi pupuk tersebut ternyata tidak terdaftar di Kementerian Pertanian RI,” ungkap Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky di lokasi pabrik pupuk palsu tersebut, Kamis (14-9-2017)

Menurutnya, pupuk tersebut dibuat dari bahan batu karang yang dihaluskan. Tempat produksi pupuk ilegal tersebut terdapat dua tempat di Kabupaten Maros, yakni di Dusun Tamangesa Desa Bonto Lempangan Kecamatan Bontoa dan di Jalan Poros Kariango Desa Tanringangkae Kecamatan Mandai.

“Jadi pabrik produksinya ada di dua tempat, dan semua ada di Kabupaten Maros. Bahan bakunya diambil dari batu karang yang dihaluskan. Total beratnya 205 ton,” jelasnya.

Terkait kasus ini, Polda Sulsel telah menetapkan seorang tersangka yang merupakan pemilik pabrik, yakni KN. Meski demikian, tersangka saat ini belum ditahan.

Hasil dari produksi pupuk ilegal ini telah diedar ke beberapa daerah di Sulawesi Selatan dengan harga kisaran 25 ribu sampai 35 ribu rupiah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *