Sulsel Siap Berdaulat Pangan Tahun 2018

MAKASSAR, SULSELONLINE.COM – Perencanaan program pokok dan strategis dalam lingkup Ketahanan Pangan, Pengembangan dan Peningkatan Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura serta program pendukung lainnya merupakan satu syarat mutlak dalam mendukung program ketahanan pangan menuju swasembada pangan nasional.

Pertemuan Perencanaan Tahun 2018 DKPTPH Sulsel. (Ist.)

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DKPTPH) Provinsi Sulawesi Selatan Fitriani ketika membuka Pertemuan Perencanaan Tahun 2018 dihadapan seluruh Kepala Dinas Kabupaten dan Kota yang membidangi Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura di Hotel Arthama Makassar, Senin kemarin.

“Untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani maka acuan pelaksanaan perencanaan harus dilakukan dengan cara fokus pada komoditi strategis dan kawasan,” ujarnya, melalui rilis, Selasa (14/11/2017).

Disampaikannya pula, bahwa Bidang Ketahanan Pangan memprioritaskan pada dua kegiatan utama, yaitu Pengembangan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) dan Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) melalui Toko Tani Indonesia (TTI).

Selanjutnya untuk Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura masih memprioritaskan peningkatan volume produksi pada tiga komoditi utama tanaman pangan yaitu padi, jagung dan kedelai (Pajale) dan pada sektor hortikultura yaitu pengembangan dan peningkatan produksi bawang merah, cabai, jeruk dan bawang putih yang akan dikembangkan pada tahun 2018.

Dalam sela acara pertemuan itu, Kepala Sub Bagian Program Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Selatan Husni Ranreng mengatakan bahwa di tahun 2018, kegiatan KRPL akan dilaksanakan di 120 desa dan untuk pengembangan Toko Tani Indonesia akan di prioritaskan pada 37 Gapoktan atau Toko Tani Indonesia di Sulawesi Selatan.

“Selain itu hasil evaluasi kinerja untuk sektor Tanaman Pangan khususnya pada komoditi padi dan jagung terdapat peningkatan yang signifikan, hal ini tidak lepas dari kerja keras yang dilakukan oleh petani dinas kabupaten dan kota serta stakeholder yang terkait dan juga keterlibatan TNI/Polri dalam mendukung Program Upsus PAJALE,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan Andi Parenrengi menyampaikan, pengembangan kawasan Tanaman Pangan untuk komoditi padi adalah 143.545 Ha, jagung sekitar 230250 Ha dan kedelai direncanakan akan dikembangkan seluas 15.000 Ha.

“Khusus komoditi kedelai, harga atau biaya produksi masih menjadi kendala dalam pengembangannya,” ujar  Mantan Kepala UPTD Balai Benih Tanaman Pangan ini.

Selain itu Kepala UPT Balai Benih Tanaman Hortikultura Andi Hasanuddin juga menyampaikan bahwa untuk pengembangan kawasan cabai besar adalah seluas 350 Ha, cabai kecil 725 Ha, bawang putih seluas 140 Ha, mangga 200 Ha, pisang 100 Ha dan pengembangan kawasan Florikultura seluas 3.600 M2.

Sementara Kepala UPT Balai Informasi Penyuluhan Pertanian Indah mengatakan bahwa untuk ketersediaan Sumber Daya Manusia bidang Pertanian yaitu Penyuluh Pertanian akan disiagakan dan akan ditempatkan 1 orang penyuluh untuk 1 desa yang akan mengawal program program pemerintah di tingkat lapangan.

Kegiatan pertemuan perencanaan tahun 2018 ini juga dihadiri oleh seluruh pejabat eselon III dan IV lingkup DKPTPH Provinsi Sulawesi Selatan beserta Humas DKPTPH Sulsel. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *