ISPEI: 83 Persen Pelanggan Puas dengan Layanan Samsat Bapenda Sulsel

MAKASSAR, SULSELONLINE.COM – Pelayanan Samsat di 25 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendapatan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulawesi Selatan (Sulsel) meraih angka kepuasan pelanggan yang cukup tinggi.

Rilis survei ISPEI di kantor Bapenda Sulsel. (Ist.)

Hasil survei Institut for Social and Political Economic Issues (ISPEI) mencatat tingkat kepuasan pelanggan 83,96 persen atau senilai A.

Hal itu disampaikan oleh Koordinator ISPEI Imam Mujahid saat melakukan ekspose hasil survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) didampingi Kepala Bapenda Sulsel Tautoto TR, Sekretaris Bapenda Sulsel Kemal Redindo Syahrul Putra  di Kantor Bapenda Sulsel, Kamis (16/11/2017).

“Respon masyarakat terhadap pelayanan Samsat di Sulsel sangat baik, dari hasil survei yang kami lakukan, diperoleh tingkat kepuasan pelanggan atau wajib pajak mencapai angka 83,96 persen atau setara dengan nilai A,” ujarnya.

Hasil survei tersebut dipaparkannya dihadapan para Kepala Bidang, Kepala UPT dan Kepala Sub Bidang lingkup Bapenda Sulsel. Survei itu dilakukan ISPEI menggunakan metodologi sampel sebanyak 2.250 responden, terdiri dari masyarakat pengguna layanan, masyarakat umum dan petugas pelayanan atau acak.

Dia juga mengatakan, meski prestasi itu terbilang baik, apalagi ditambah dengan 6,60 persen pelanggan yang mengaku puas sekali, akan tetapi jajaran Bapenda Sulsel masih harus berhadapan dengan tantangan berat karena pelanggan yang kurang puas mencapai angka 8,73 persen dan yang tidak puas 0,71 persen.

“Ini harus dicari penyebabnya, mengapa mereka tidak puas, apa karena fasilitasnya yang kurang nyaman atau pelayanan petugasnya yang belum maksimal,” jelasnya.

Dia menambahkan, dari seluruh bentuk pelayanan yang diterapkan Bapenda Sulsel di semua daerah, ternyata 72,95 persen responden lebih suka dengan bentuk pelayanan reguler di kantor Samsat. Mengenai ketepatan waktu pembayaran pajak, 62,32 persen responden selalu tepat waktu, 30 persen sesekali menunggak, 6,51 persen selalu menunggak dan 0,98 persen belum pernah membayar pajak kendaraannya.

Menanggapi hasil survei ISPEI ini, Tautoto TR mengatakan, IKM ini tidak boleh menjadikan kita berpuas diri, sebab angka 83 persen itu akumulatif untuk semua UPT di lingkup Bapenda Sulsel, sementara masih ada beberapa UPT yang belum maksimal.

“Memang ada UPT yang memperlihatkan prestasi pelayanan cukup baik, misalnya UPT Pendapatan Parepare, namun tidak sedikit UPT yang kinerjanya belum maksimal. Inilah yang harus dibenahi oleh Kepala UPT, lebih giat melakukan terobosan dan menjemput bola,” katanya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *