Dinas Ketahanan Pangan Sulsel Belajar di Malang

MAKASSAR – Berbagai cara  dilakukan pemerintah mewujudkan swasembada dan ketahanan pangan nasional. Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura (DKPTPHSulsel

melakukan melakukan  kunjungan di Glintung Kota Malang, perkampungan padat penduduk yang dihuni 800 KK,yang  tenar dengna sebutan Glintung Go Green.

Dulu daerah ini menjadi  langganan banjir, jalan kampung yang posisinya rendah tidak bisa dilewati karena ketinggian air mencapai 1 meter. Bertahun-tahun berdekatan dengan lingkungan kumuh serta tingkat kriminalitas tinggi, menggugah Ketua RW bersama beberapa warga untuk mengubah wajah kampungnya.

“Kami awalnya mengajak warga untuk melakukan penghijauan di setiap masing-masing rumah. Bahkan, dengan paksaan. Jika ada yang memerlukan stempel RW syaratnya harus menanam pohon dahulu,” kenang Bambang

Bukan hal mudah membalikkan telapak tangan kala itu bagi Bambang ketua RW, untuk mengubah perilaku warganya.

Namun, dengan semangat kegigihannya, mimpi besar itu menjadi kenyataan. “Ada yang pakai kaleng bekas, galon dan botol, menanam segala jenis tanaman di depan rumah warga masing masing, itu dilakukan yang akhirnya berhasil,” tutur Bambang.

Ia menambahkan, di kampungnya ada semangat kebersamaan untuk berubah menjadi lebih baik, bekerja bersama secara gotong royong membangun Glintung Go green secara berkelanjutan.

“Kami pun  menggandeng stakeholder di luar wilayah kami. Beberapa universitas langsung merespon bahkan saat ini telah menjadi objek penelitian mahasiswa strata 1 sampai pada objek penelitian program mahasiswa doktoral S3,” ujarnya.

Awalnya ia menggunakan konsep biopori serta sumur injeksi.Sudah ada enam sumur injeksi bersama  sumur resapan di Kampung Glintung saat ini. Alhasil, wilayah dulunya langganan banjir, kini sudah terbebas dari bencana musiman itu.

“Kami mencoba kembangkan dan berinovasi dengan kerja bakti warga. Jadi kini, sudah banyak biopori dengan model atau desain hasil kreasi warga, termasuk sumur injeksinya,” jelasnya.

Biopori di Kampung Glintung dibuat dengan melubangi tanah, kemudian menggunakan pipa paralon sedalam 1 meter untuk menyimpan air. Pipa bisa dibuka-tutup sehingga memungkinkan sampah organik, seperti daun, masuk ke lubang resapan.

Selain itu kawasan ini juga menjadi  Objek wisata dalam membangun kampung

“Harapan kami tentunya setelah melakukan study dan kunjungan kerja disini . Provinsi Sulsel harus bersemangat untuk mengikuti yang terbaik dan memanfaatkan lahan sempit. Kita akan memotivasi masyarakat untuk mewujudkannya,” kata Sampara selaku ketua rombongan.

Sampara yang didampingi Humas DKPTPH Sulsel menuturkan bahwa Ibu-ibu rumah tangga daerah perkotaan padat penduduk di Sulsel kedepannya akan kita libatkan dalam melaksanakan kegiatan ini yang akan menjadi rancangan program DKPTPH Sulsel ke depan.(ilo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *