Duel Perseorangan vs Parpol Bakal Terjadi di Pilkada Makassar

MAKASSAR, SULSELONLINE.COM – Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pilkada) Kota Makassar 2018 hampir dipastikan berlangsung duel antara kandidat jalur perseorangan dengan partai politik (Parpol). Bila terjadi, ini menjadi sejarah baru di Sulsel.

Bakal calon Walikota Makassar M Ramdhan ‘Danny’ Pomanto dan bakal calon Wakil Walikota Makassar Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi) ditantang oleh pasangan Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu).

Pasangan DIAmi menempuh jalur perseorangan sedangkan Appi-Cicu diusung koalisi Parpol.

Sejauh ini, Appi-Cicu sudah mengantongi tiket Partai Golkar (8 kursi), NasDem (5 kursi), Hanura (5 kursi) dan PBB (1 kursi). Syarat minimal melenggang ke bursa calon jalur Parpol adalah 10 kursi.

Tak cuma itu. Pasangan kolaborasi keluarga Aksa Mahmud dengan Ilham Arief Sirajuddin ini akan mendapat tiket tambahan dari PAN (4 kursi). Sementara DIAmi, turut mendapat sokongan Parpol meski menempuh jalur perseorangan, yakni Demokrat (7 kursi) dan PPP (5 kursi).

Dengan demikian, tersisa 4 Parpol pemilik kursi di DPRD Makassar yang belum bertuan, yakni PKS (5 kursi), PDIP (4 kursi), Gerindra (5 kursi) dan PKPI (1 kursi).

Dua dari empat Parpol tersisa ini sudah mengisyaratkan arah dukungannya. PDIP memilih antara DIAmi atau Appi-Cicu sedangkan Gerindra condong ke DIAmi. Sebaran Parpol ini memungkinkan pasangan Syamsu Rizal-Iqbal Djalil (DIAji) kandas menuju ke panggung Pilkada Makassar.

Direktur Epicentrum Politica, Iin Fitriani memaparkan, peta koalisi parpol baru bisa final saat pendaftaran pasangan calon ditutup pada 10 Januari 2018.

“Peta koalisi parpol masih belum final. Namun seperti apapun nanti model koalisi parpol, apakah akan diraih Appi-Cicu semua ataukah masih akan berbagi dengan calon pasangan lain, intinya persaingan akan sangat kompetitif,” paparnya, melalui Rakyatku.com, Jumat (15/12/2017).

Diuraikan, baik jalur Parpol maupun jalur perseorangan, sama-sama punya peluang kemenangan meski Pilkada sebelumnya kemenangan didominasi pasangan jalur parpol.

“Ini lebih ke pertarungan untuk menguji potensi basis massa masing-masing, baik jalur partai maupun jalur independen,” tambahnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *