Guru Besar IPB Khawatir LGBT dan Seks Menyimpang Makin Meluas

JAKARTA, SULSELONLINE.COM – Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Euis Sunarti mengaku kecewa atas putusan dari majelis hakim Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak permohonan pasal 284, 285, dan 292 KUHP tentang perzinahan, pemerkosaan, dan pencabulan anak.

Penolakan atas tiga pasal itu membuat komunitas  Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) begitu mudah menyebarkan perilaku seks yang menyimpang.

“Kami tentu sedih, karena kami berharap banyak,” ungkap Euis Sunarti yang merupakan salah satu dari 12 pemohon atas gugatan ketiga pasal KUHP tersebut di Gedung MK Jakarta, Kamis kemarin.

Kekecawaan itu berdasarkan realita bahwa seks menyimpang di masyarakat sudah sangat kritis sehingga harus segera ditangani. Oleh karena itu, perlu adanya Undang Undang yang jelas untuk menekan perbuatan tersebut. Agar masalah penyimpangan seksual minim.

Dengan ditolaknya pengkajian ini, maka akan menjadi warning bagi para orang tua dalam pengawasan dan mendidik anak-anaknya agar tidak terjerumus ke dalam perilaku seks menyimpang.

“Ini sangat mengancam, mengintimidasi orang tua,” paparnya, melalui media, Jumat (15/12/2017).

Euis Sunarti dan 11 pemohon lainnya menyatakan akan terus melakukan upaya-upaya lain yang berkaitan dengan penanganan tindak perzinahan dan perilaku seks menyimpang.

Sebelumnya Ketua MK Arief Hidayat telah memutuskan menolak permohonan 12 pemohon untuk mengubah pasal 284, 285, dan 292 tentang perzinahan, pemerkosaan, dan pencabulan anak.

Menurutnya, MK tidak memiliki wewenang untuk mengubah Undang Undang. MK hanya berhak melakukan pengakajian apabila ada Undang Undang yang bertentangan dengan konstitusi. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *