oleh

Agus Arifin Nu’mang Paparkan Program Strategis Bangun Sulsel

SULSELONLINE.COM – Pasca menerima surat rekomendasi usungan dari Partai Gerindra untuk Pilgub Sulsel 2018. Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang (AAN), menyatakan dirinya akan melanjutkan program-program yang selama ini telah berjalan baik untuk terus menjaga momentum pertumbuhan Sulsel.

“Saya sebagai wakil gubernur saat ini, maju di Pilgub Sulsel tak lain adalah untuk melanjutkan program-program yang memang pas untuk Sulsel. Tentang kesehatan, pendidikan, dan program yang bersentuhan dengan ekonomi, khususnya yang terkait dengan UKM dan pengembangan ekonomi kerakyatan, guna menekan angka kemiskinan,” ujarnya, melalui rilis, Sabtu (6/12/2018).

Selain itu, ia bersama Tanribali Lamo (TBL) juga tengah mempersiapkan program konsep pengembangan kawasan yang dengan lima titik tumbuh baru, yang bertujuan untuk menyelesaikan masalah ketimpangan antarwilayah dan antarsektor yang ada di Sulsel, sehingga momentum pertumbuhan tetap terjaga.

“Agar ke depan, Sulsel akan tetap menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di Indonesia,” tambahnya.

Menurutnya, untuk bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat, harus ada pendekatan atau cara baru yang dilakukan. Hal yang terpenting adalah membangun interkonektivitas antara kawasan pegunungan dengan pantai, dan kawasan pegunungan dengan pegunungan.

Saat ini, Sulsel sudah menjadi hub kawasan timur Indonesia dan menjadi pilar utama pembangunan nasional serta simpul jejaring akselerasi kesejahteraan. Sehingga ke depan, Sulsel harus bisa menjadi pusat pertumbuhan nasional, dan tidak hanya sebatas menjadi pilar.

“Saya selama 10 tahun mengikuti perkembangan Sulsel. Kenapa pengembangan kawasan, karena kita tidak boleh lagi terpaku atau menggunakan konsep kemarin. Otonomi kabupaten saat ini sangat kuat. Pemprov tidak bisa masuk duitnya hanya membantu dengan hibah-hibah. Itu tidak menyelesaikan persoalan. Kami harus membangun lima kawasan pengembangan, tiga di darat dua di laut. Sulsel harus sejajar dengan Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan bukan cluster kelas dua lagi. Harus naik kelas,” jelasnya.

Lima kawasan titik tumbuh baru yang dimaksdunya, yaitu pengembangan kawasan pegunungan dan dataran tinggi yang meliputi kawasan pegunungan Latimojong, Bulusaraung, dan Bawakaraeng (LABUBA), serta pengembangan kawasan pesisir yang meliputi Selat Makassar-Laut Flores dan Teluk Bone (Malabo).

“Salah satu penyebab meningkatnya ketimpangan antar wilayah adalah persoalan minimnya infrastruktur yang bisa menghubungkan potensi yang ada di wilayah pegunungan, dataran tinggi, dataran rendah dan pesisir. Akibatnya, investasi swasta cenderung lebih berpihak pada sektor industri dan jasa di perkotaan.

Dengan pengembangan interkonektivitas kawasan melalui peningkatan dan perbaikan aksesibilitas ini, maka akan memberikan dampak positif pada aktifitas distribusi hasil komoditi baik antardaerah maupun antarpulau, pendapatan per kapita masyarakat akan meningkat, dan kesenjangan ekonomi pun akhirnya mampu ditekan,” paparnya.

Sebagai mantan Ketua DPRD Sulsel dan juga Wakil Gubernur selama dua periode, AAN mengaku sangat paham bahwa tantangan ke depan yang akan dihadapi Sulsel sebagai hub kawasan timur Indonesia (KTI), adalah keberlanjutan pembangunan, keseimbangan, atau pemerataan pembangunan, inovasi, budaya, teknologi dan industrialisasi, hingga dinamika regional dan global.

Dia menambahkan, bersama TBL juga sementara menggodok konsep untuk mendorong pengembangan SDM yang sesuai dengan potensi yang dimiliki Sulsel, yaitu pertanian dan maritim.

“Kami sedang menyusun konsep untuk menghadirkan Sekolah Menengah Kejuruan dengan dasar yang sesuai dengan potensi yang dimiliki Sulsel, seperti pertanian, maritim, termasuk pariwisata. Insyaallah mulai dari masuk sampai lulus semua dibiayai Pemprov. Kita sedang susun konsepnya. Intinya, insyaallah kami siap bekerja. Bismillah,” tutupnya. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed