Wow! Modal Usaha Koperasi Bapenda Sulsel Capai Rp 15 M

MAKASSAR – Pengurus Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Pedati Sejahtera Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-24, Selasa (30/1) di Aula Bapenda Sulsel. Terungkap jumlah modal usaha koperasi ini mencapai Rp 15,8 miliar lebih.

Kepala Bapenda Sulsel, Drs. H Tautoto TR, M.Si, memuji kinerja Koperasi Pedati Sejahtera Bapenda Sulsel tahun buku 2017 yang modalnya terus mengalami peningkatan.

“Saya memuji kinerja pengurus koperasi karena modal dan asetnya terus mengalami peningkatan. Pada tahun buku 2013 kekayaan atau modalnya baru sebesar Rp 8,147 miliar. Tetapi pada tahun buku 2017 telah meningkat menjadi Rp 15,853.480.465,” katanya.

Dan pada tahun 2017, koperasi beranggotakan 527 orang ini telah membagikan sisa hasil usaha (SHU) sebesar Rp 2.012.341.344.

“Selaku pembina, saya ucapkan selamat kepada Pengurus dan Pengawas Koperasi Pedati Sejahtera atas ketepatan waktu dalam melaksanakan RAT,” puji Tautoto pada Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Pedati Sejahtera Bapenda Sulsel, di Aula Bapenda Sulsel, Selasa (30/1/2018).

Dalam memberi layanan kepada anggotanya, lanjutnya, Koperasi KPRI Pedati Sejahtera, mengandalkan modal sendiri tanpa pinjaman dari pihak luar. Ini  bisa dicapai karena partisipasi anggota yang selalu tepat waktu memenuhi kewajibannya.

Sebagai pembina, ia menyarankan, agar pengurus Koperasi Pedati Sejahtera terus meningkatkan kinerja maupun kapasitasnya di bidang perkoperasian sehingga ke depan Koperasi ini tetap eksis dan tambah berkembang.

Sementara itu, Ketua Koperasi Pedati Sejahtera, Abdul Malik Ibrahim SH, melaporkan,  hingga 31 Desember 2017, sebanyak 527 anggota telah melakukan simpanan sebesar Rp  13.508.068.000. Sementara pegawai yang berhenti menjadi anggota karena pensiun pada 2017 mencapai 160 orang dan telah menerima pengembalian aset sebesar Rp 1.009.755.000.

Koperasi yang berkantor di Sekretariat Bapenda Sulsel ini melayani lima jenis usaha yakni usaha simpan pinjam, usaha pertokoan (barang campuran), foto copy, dan usaha layanan pembayaran online.

Pada tahun 2017, koperasi juga  menyalurkan dana berupa paket simpan pinjam Rp 19.047.330.000, paket barang campuran senilai Rp. 1.905.796.300, dan paket sembako Bulan Ramadhan kepada anggota dengan nilai sebesar Rp. 220.000.000.

Kadis Koperasi dan UMKM Provinsi Sulsel, H Malik Faisal SH, M.Si, menambahkan, Koperasi Pedati sudah dapat naik kelas menjadi Koperasi Premier Provinsi karena anggotanya tersebar di 24 kabupaten/kota di Sulsel dan terus mengalami peningkatan aset.

“Yang paling penting, koperasi harus menerapkan suku bunga yang bersaing dengan lembaga keuangan lainnya,” ujar mantan Sekretaris Bapenda Sulsel ini.

Kepala Dinas Koperasi Kota Makassar Evi Aprialty  SE, MM yang turut hadir mengatakan, Koperasi  Pedati adalah koperasi yang cukup sehat di Makassar dan paling pertama menggelar RAT pada tahun ini.

“Jumlah koperasi di Makassar sebanyak 1.528 unit, namun yang menggelar RAT baru setengahnya, Koperasi Pedati termasuk yang paling pertama menggelar RAT,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga meminta izin untuk menjadikan Koperasi Pedati sebagai lokasi studi banding koperasi Iainnya karena dinilai sukses dalam mengembangkan usaha. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *