Wagub Sulsel Apresiasi Kehadiran Kebun Kurma dan Durian di Maros

MAKASSAR, SULSELONLINE.COM – Kabupaten Maros akan menjadi daerah agrowisata dengan menyiapkan kawasan wisata kebun kurban. Kabupaten yang berbatasan langsung dengan Ibukota Provinsi Sulawesi Selatan ini akan dijadikan kawasan investasi kebun dan ternak.

Ada dua jenis komuditi perkebunan yang akan dikembangkan di daerah ini, yaitu perkebunan kurma dan durian. Di samping itu sektor peternakan juga akan dikembangkan melalui ternak kambing.

Untuk memulai rencana itu, diluncurkan kawasan Wisata Kebun Kurban yang berlokasi di Desa Pucak Kecamatan Tompobulu Kabupaten Maros. Peluncuran kawasan ini telah dilakukan di Hotel Harper Makassar pada Minggu kemarin.

Peluncuran bertajuk ‘Investasi Jaman Now, Investasi Berkah, Keluarga Bahagia’ itu dilakukan oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Agus Arifin Nu’mang bersama Ketua DPRD Maros H.A.S Chaidir Syam dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Maros M Nurdin yang hadir mewakili Bupati Maros HM Hatta
Rahman.

Usai peluncuran, Agus Arifin Nu’mang menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih kepada pengagas rencana ini termasuk Pemerintah Kabupaten Maros, karena menurutnya hal ini sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam upaya untuk menurunkan angka kemiskinan dan
pengangguran.

“Kita berharap agar pemerintah daerah dapat memback-up semua proses pelaksanaan kawasan investasi ini karena akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya yang berdiam di pedesaan,” ujarnya, Senin (5/2/2018).

Mantan Ketua DPRD Sulawesi Selatan itu juga mengakui kalau selama ini wilayah dataran tinggi belum tersentuh secara maksimal, karena saat ini masih fokus pada pengembangan wilayah pesisir, sehingga dengan adanya program kawasan investasi kebun dan ternak ini, maka wilayah dataran tinggi atau pegunungan akan tergarap dengan baik.

Untuk diketahui, kawasan agrowisata perkebunan dan peternakan Wisata Kebun Kurban ini dikelola oleh PT Syuhada Propertindo Berdaya. Dalam pengelolaanya, investor pemilik kebun akan mendapatkan insentif.

Ditargetkan, semua sektor investasi akan rampung hingga 2020-2021. Nantinya investor sudah dapat menikmati insentif setiap tahunnya. dengan passive income berkisar Rp10-Rp30 juta per tahun.

Jika ingin berinvestasi di kawasan agrowisata Wisata Kebun Kurban ini, sistim pembayarannya bisa cash atau diansur dengan uang muka 30 persen. Angsuran sesuai akad, tidak ada bunga, tidak ada denda. investor langsung berkomunikasi dengan pengembang. (*)

**Informasi cara memiliki kapling kebun di kawasan Wisata Kebun Kurban Pucak Maros ini, dapat melalui pesan WhatssApp di nomor 089661144703. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *