oleh

Gubernur Sulsel Minta Pemkab Sinjai Kembangkan Maritim

SINJAI – Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL), meminta agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai tidak hanya fokus pada pengembangan ekonomi dan aktivitas masyarakat di daratan, tetapi juga memberikan perhatian pada sektor kelautan atau maritim. Pemkab Sinjai harus lebih serius menata sumber daya yang ada.

“Potensinya sangat besar untuk kita gali, dan daerah ini sudah memulainya dengan memperlihatkan sumber daya yang ada di laut,” kata SYL, saat menghadiri puncak peringatan HUT ke-454 Kabupaten Sinjai, yang dipusatkan di pelataran Pelabuhan Larea-rea, Kelurahan Lappa, Kecamatan Sinjai Utara, Selasa (27/2).

Baginya, hari jadi ini menjadi akumulasi menunjukkan pencapaian yang ada di Sinjai. Didukung oleh pemerintah dan partisipasi masyarakat, serta semua unsur yang ada.

“Semua unsur bergerak, melakukan lompatan-lompatan yang dicapai dengan hati dan jelas ke depan,” ujarnya.

Ia pun bangga dengan tematik HUT kali ini yang memilih laut dan sumber daya kelautan sebagai tema perayaan. Untuk wisata di bidang kelautan dan maritim, wisata mangrove bisa menjadi destinasi yang patut untuk dikembangkan kedepan. Apalagi, wisata jenis ini masih jarang.

Di sekitar wilayah pelabuhan Larea-rea, terdapat hutan bakau atau mangrove Larea-rea. Pada kesempatan ini, gubernur memberikan bantuan dana sebesar Rp 1 miliar untuk pengembangan wisata.

“Substansinya adalah orang-orang Sinjai bisa berada di tempat wisata ini. Caranya agar lebih optimal, tadi saya memberikan dana stimulan Rp 1 miliar,” sebutnya.

Ia juga memuji pertumbuhan ekonomi yang ada di Sinjai dan tingkat pendapatan perkapita masyarakat yang naik dua kali lipat. Diketahui, pendapatan perkapita saat ini Rp 34 juta perkapita, dua kali lipat dari lima tahun lalu yang hanya sebesar Rp 18 juta.

Sementara, Plt Bupati Sinjai, Andi Fajar Yanwar, mengatakan, lokasi puncak acara di pelataran Pelabuhan Larea-rea sebagai momentum titik balik menggapai cita-cita ekonomi baru. Lokasi ini bukan hanya dengan nuansa baru, tetapi menandai cita-cita Sinjai untuk lompatan ekonomi yang lebih baik.

“Pelabuhan ini adalah tempat untuk mengantarkan hasil-hasil produksi Sinjai keberbagai pelosok negeri,  terutama untuk kawasan Indonesia Timur,” ungkapnya.

Sebagai kenang-kenangan, Pemkab Sinjai memberikan cinderamata berupa keris pusaka dengan nama “Kahali Rajapasang Timposalaka” dan akar batu atau akar bahar. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed