Kabid Pembinaan Bapenda Jadi Staf Ahli Gubernur Sulsel

MAKASSAR – Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL) melantik dan mengambil sumpah pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel. Pelantikan dilaksanakan di Baruga Karaeng Pattingalloang Rumah Jabatan Gubernur, di Jalan Sungai Tangka, Makassar, Senin (5/2).

Ada enam orang pejabat eselon II yang dilantik dan diambil sumpahnya. Mereka adalah Hasan Sijaya sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Keuangan, Sub Bidang Keuangan Pemprov Sulsel yang sebelumnya Kabid Pembinaan dan Pengawasan Bapenda Sulsel.

Lalu Nikmal Lahamang sebagai Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Keuangan Sub Bidang Pembangunan Pemprov Sulsel,

Andi Parenrengi sebagai Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sulsel, Since Erna Lamba Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Sulsel, Nurlina sebagai Kepala Biro Perlengkapan dan Aset Daerah Setda Provinsi Sulsel, serta Mohammad Hatta sebagai Kepala Biro Umum dan Perlengkapan Setda Provinsi Sulsel.

Mereka ditetapkan sebagai pejabat definitif setelah Pemprov Sulsel melaksanakan proses seleksi jabatan dan diangkat berdasarkan Surat Keputusan Gubernur 821.22/01/2018.

Gubernur Sulsel SYL menyampaikan harapan agar jabatan yang diterima mampu diemban dengan baik.

“Jabatan adalah titipan, akan berakhir, harta juga besok tiada, ini hanya akan punya makna jika akan memberikan rahmat bagi kehidupan. Artinya, aka nada tugas yang makin baik, prestasi yang makin baik, dan mampu berterima kasih atas jabatan yang ada,” kata SYL dikutip web humaspemprovsulsel.

Ia mengingatkan, mereka yang menerima amanah pada pelantikan ini adalah karena faktor mereka sendiri, berdasarkan kualitas dan kompetensi yang mereka miliki.

“Jabatan ini hadir karena diri kita sendiri, memaknai dan berterima kasih pada Tuhan. Melaksanakan tugas dengan sangat baik dan bekerja sangat keras, serta tidak menjadi mudarat,” sebutnya.

Menurutnya, jabatan digunakan untuk menghadirkan negara lebih baik. Sekecil apapun peranan yang ada. Menjadi seorang pejabat yang mampu menghadirkan sesuatu yang lebih baik, tidak distorsi dan tidak menjadi pembuat masalah.

Gubernur juga meminta agar pejabat mampu menahan diri dari tindakan tercela seperti kolusi, korupsi, dan nepeotisme (KKN), serta mampu menjaga integritas.

Ia juga berterima kasih pada pejabat yang telah mengikuti seleksi jabatan, namun belum terpilih untuk tidak berkecil hati. Serta pada semua pejabat dan juga pegawai pemerintah Provinsi Sulsel atas pengabdian yang ada, sehingga dibawah kepemimpinannya mampu membawa Sulsel berprestasi dengan 342 torehan prestasi dan pertumbuhan ekonomi yang luar biasa.

“Sulsel naik 500 persen dalam sepuluh tahun. Itu karena kebersamaan kita. Besok akan hadir gubernur, kita bangun sistem yang lebih utuh. Besok kalian akan punya gubernur lebih hebat, buat saya mengakhiri masa jabatan ini dengan bahagia,” tuturnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *