Kelompok Tani Hutan di Maros Budidaya Lebah Madu

Sebanyak 20 peserta dari 4 Kelompok Tani Hutan (KTH) yang tergabung dalam kelompok kemitraan Pattiro Desa Labuaja Cenrana Maros yakni KTH Bulu Tanete, KTH Pattiro Bulu, KTH Bukit Harapan dan KTH Tunas Muda mengikuti Sekolah Lapang Budidaya Lebah Madu atau Trigona.

Sekolah lapang itu digelar Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (TN Babul) Maros kerjasama dengan BP2SDM dan FAO.

Narasumber dalam sekolah lapang itu berasal dari Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan Makassar, TLKM Makassar, KPH Rangkong Luwu Utara dan UKM Sahabat Lebah Luwu Utara.

Kepala Balai TN Babul Maros, Yusak Mangetan mengemukakan, pembelajaran dalam Sekolah Lapang Budidaya Lebah Madu-Trigona ini meliputi, penanganan pasca panen dan pembuatan produk lebah madu, penguatan kelembagaan kelompok serta analisa usaha dan pemasaran.

“Sekolah lapang ini dilaksanakan selama 12 hari dengan 6 hari pertemuan materi dan 6 hari pendalaman materi, selama bulan April dan Mei. Juga akan dilakukan studi banding pada UMK Sahabat Lebah di Luwu Utara pada Mei mendatang,” ungkapnya, Selasa (10/4/2018).

Diharapkan dengan sekolah lapang ini, masyarakat sekitar hutan dapat meningkatkan produk madu, mampu mengemas madu dengan baik, meningkatkan kualitas madu dan menghubungkan dengan pasar sebagai pengembang pemasaran.

Serta dapat mendukung kegiatan lain yang ada di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, seperti halnya dengan kegiatan role model yang akan dilaksanakan di zona tradisional Pattiro pada tahun 2018 ini. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *