Kawasan Karts Maros akan Jadi Asean Heritage Park

SULSELONLINE.COM, MAROS – Setelah resmi menyandang gelar Geopark Nasional Maros Pangkep, akan ada gelar baru untuk gugusan karts yang membentang di Maros, yaitu Asean Haritage Park (AHP). Untuk hal tersebut, Tim AHP mengunjungi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (TN Babul) beberapa waktu lalu.

Kunjungan ini sebagai tanggapan atas usulan Taman Nasional Bantimurung di Maros sebagai nominasi AHP. Tim AHP yang berkunjung itu, terdiri dari Dr Phaivand selaku reviewer Asean, Dr Norsat selaku Asean Center Biodiversity Spesialist for Protected Area, Grace sebagai ACB Secretariat dan Ekoningtias M.W sebagai reviewer Indonesia.

Tim AHP tersebut didampingi oleh Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati yang diwakili Ratna Kusuma Sari dan beberapa stafnya. Selama tiga hari, tim ini didampingi petugas TN Babul mengunjungi beberapa resor, di antaranya Resor Bantimurung, Resor Pattunuang dan Resor Karaenta di Maros, juga Resor Balocci di Pangkep.

Kepala Balai TN Babul Maros, Yusak Mangetan menyampaikan, tim AHP ini mengunjungi Kawasan Wisata Bantimurung dan Taman Prasejarah Leang Leang di Resor Bantimurung.

“Mereka menulusuri Gua Sulaiman dan mengamati satwa di Resor Karaenta. Bercengkrama dengan rombongan monyet hitam Sulawesi yang juga dikenal dengan nama Macaca maura. Kemudian menyambangi tarsius atau Tarsius fuscus di habitat alaminya di Karaenta pada malam hari, ujarnya, melalui media, Senin (16/4/2018).

Selanjutnya, kunjungan lapangan dilakukan di Kawasan Pendakian Pegunungan Bulusaraung di Pangkep. Mereka mengamati tata kelola site wisata yang melibatkan pemuda masyarakat setempat. Tim ini juga mendaki Gunung Bulusaraung hingga ke puncak. Menikmati panorama puncak-puncak menara karts dari ketinggian berpadu matahari terbit.

Selama kunjungan ke resor-resor, mereka tampak senang. Mereka begitu kagum dengan ekosistem karst dan potensi taman nasional ini. Berdasarkan kunjungan lapangan itu, tim AHP merekomendasikan bahwa tata kelola yang telah dilaksanakan pihak TN Babul sudah sesuai dengan kriteria.

“Seperti kata Dr Phaivand selaku reviewer Asean yang menilai bahwa secara potensi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung layak menyandang predikat Asian Heritage Park. Kawasan ini unik dan memiliki potensi biodiversitas yang tinggi,” ungkapnya.

Kemudian Dr Norsat selaku Asean Center Biodiversity Spesialist for Protected Area menilai bahwa kapasitas personil taman nasional ini mendukung, Personilnya punya skil yang mempuni. Dari segi manajemen cukup baik, masalah mudah terdeteksi. Serta Ekoningtias M.W selaku reviewer Indonesia menilai tata kelola Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung sudah cukup bagus.

“Hanya ada beberapa hal yang perlu dibenahi, termasuk manajemen. Ke depan personil taman nasional ini perlu belajar lagi ke natural park lain yang cukup baik di Asean,” jelasnya.

Dengan kunjungan ini, pihaknya berharap, Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung dapat menjadi bagian dari Asean Heritage Park. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *