Balai TN Babul Maros Peringati Hari Bumi dengan Aksi Bersih Gunung

MAROS – Balai Taman Nasional (TN) Bantimurung Bulusaraung (Babul) yang berkantor di Maros, kembali menggelar operasi bebas sampah dan vandalisme di sepanjang jalur pendakian Gunung Bulusaraung Pangkep.

Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk mengurangi dan membersihkan sampah di gunung, tetapi juga sebagai sarana agar gunung ‘beristirahat’.

Sebagai destinasi wisata andalan di area kawasan TN Babul yang melingkupi kawasan hutan, pegunungan dan gugusan karts di sepanjang Maros-Pangkep, Gunung Bulusaraung memiliki intensitas kunjungan yang sangat tinggi. Kekhawatiran akan dampak dari kunjungan tersebut mendorong Balai TN Babul menyusun Standar Operasional Pelayanan (SOP) bagi pengunjung guna meminimalisir jumlah sampah di jalur pendakian.

Kepala Seksi PTN Wilayah I Balocci, Iqbal Abadi Rasjid mengemukakan, dari kegiatan satgas (satuan tugas), tercatat jumlah sampah tak kurang dari 50 kilogram, karena tingginya kunjungan dan potensi sampah dalam satu tahun.

“Sehingga diberlakukan moratorium kunjungan. Moratorium ini bertujuan untuk ecosystem recovery bagi hutan di kawasan Gunung Bulusaraung. Momen tersebut dilaksanakan juga untuk memperingati Hari Bumi pada 22 April. Kegiatan rutin yang dilakukan tiap tahunan ini mengambil tema ‘Gunung Bukan Tempat Sampah’,” ujarnya, Senin (23/4/2108).

Disampaikannya pula, kegiatan operasi bebas sampah dan vandalisme di sepanjang jalur pendakian Gunung Bulusaraung yang berlangsung 21-22 April ini bekerjasama dengan trash bag community yang merupakan lembaga nirlaba yang bersifat voluntary.

Peserta kegiatan ini berasal dari berbagai komunitas di Maros, Pangkep, dan Makassar. Antara lain dari Mapala universitas di Makassar, kelompok pecinta alam di Maros dan Pangkep, komunitas penggiat lingkungan, SMK Kehutanan Manokwari, instansi terkait dan lain-lain.

“Total peserta yang terlibat aktif dari kegiatan tersebut mencapai 120 orang,” ungkapnya.

Sementara Kepala Balai TN Bantimurung Bulusaraung, Yusak Mangetan menyampaikan, kegiatan ini tidak hanya membersihkan sampah di sepanjang jalur pendakian, tetapi juga ada penanaman bibit pohon dan bersih masjid di Desa Tompobulu Pangkep. Bibit pohon dibagi kepada masyarakat sebanyak 100 kantong berupa bibit daun salam dan kayu manis.

“Kegiatan ini diawali dengan edukasi dari trash bag community dan penyuluhan terkait potensi sampah di gunung yang mungkin dihasilkan oleh pendaki dalam satu kali pendakian,” ujarnya.

Selanjutnya dilakukan pendakian bersama, dengan membagi peserta menjadi 12 kelompok. Tiap kelompok didampingi oleh trash bag community dan Kelompok Pengelola Ekowisata (KPE) Dentong Pangkep. Juga dari FK2TN (Forum Kader Konservasi Taman Nasional) Babul dan LPA HPPMI Maros. Pendakian pada 21 April dan peserta melakukan camping di Pos 9 Gunung Bulusaraung.

Puncak kegiatan operasi bebas sampah ini dilaksanakan pada Minggu, 22 April dengan melakukan aksi pungut sampah di sepanjang jalur pendakian Gunung Bulusaraung, dari Pos 9 hingga Pos 1 Pendakian Gunung Bulusaraung.

“Total sampah yang berhasil dikumpulkan sebanyak 8,5 karung besar dengan total berat 141 kilogram. Sampah diklasifikasian menjadi 3 jenis, yaitu sampah botol plastik sebanyak 2 karung dengan berat 9,5 kilogram, sampah umum sebanyak 6 karung sebesar 128 kilogram dan sampah kaleng-botol kaca seberat 3,5 kilogram,” tambahnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *