Warga Maros Apresiasi Kehadiran Film Lokal ‘Patah Hati Tanpa Batas’

MAROS – Pemutaran perdana mini movie ‘Patah Hati Tanpa Batas’ yang digarap oleh Cokko Cokko Movie Maros menarik perhatian masyarakat Maros. Hal itu, terlihat saat pemutaran perdana film PTB ini di Gedung Serbaguna Maros, Jumat 20 April lalu.

Sutradara film ini, Uno Sech atau M Fajrin Yusuf mengatakan, meskipun mini movie ini pertama di Maros, namun cukup menyerap minat masyarakat. Film ini adalah komedi dibumbui dengan kisah asmara.

“Minat masyarakat untuk menyaksikan pemutaran perdana ini cukup luar biasa. Ini menjadi motivasi tersendiri bagi kami untuk terus berkarya,” ujarnya, saat ditemui, Senin (23/4/2018)

Sedangkan, Line Produser film PTB, Ilham Halimsyah, menyampaikan, untuk tahap awal baru ditayangkan dua episode. Namun antusias penonton sangat besar. Hal tersebut terlihat dengan disesakinya Gedung Serbaguna Maros, padahal gedung ini bisa menampung 1000-an orang.

Cokko Cokko Movie Maros masih akan menggarap 33 episode film PTB ini, namun kisah akhir perjuangan Pangeran Aco untuk mendapatkan calon istri masih dirahasiakan.

“Kami memang baru penayangkan dua episode. Kami ingin melihat reaksi warga Maros menyambut kreasi anak muda lokal. Ternyata, film kami sudah lama ditunggu-tunggu. Tetap nantikan episode-episode berikutnya dari film kita ini. Mendebarkan, mengharukan, tragis dan konyol. Saaakit kooodong,” ujarnya.

Pihaknya juga menyampaikan terima kasih atas sambutan dan apresiasi warga Maros, juga terima kasih atas dukungan semua pihak, hingga acara pemutaran perdana film ini berjalan lancar.

Sejumlah pejabat juga ikut menonton, di antaranya, Ketua DPRD Maros, A.S Chaidir Syam, Legislator DPRD Sulsel, A Muh Irfan AB dan Wawan Mattaliu, Anggota DPRD Maros, Fitriani, Haeria Rahman, M Amri Yusuf, Andi Rijal, juga Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Maros, Kamaluddin Nur.

Sejumlah pengurus organisasi kepemudaan di Maros juga hadir menyaksikan pemutaran perdana film bergenre komedi kehidupan ini.

Selain warga Maros, sutradara film layar lebar asal Sulawesi Selatan, yakni Paramedia Indonesia dan Aim Production juga hadir. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *