oleh

Mantan Pentolan Teroris Senang Berada di Tengah Prajurit Kodam Hasanuddin

SULSELONLINE.COM, MAKASSAR – Mantan pentolan Jamaah Islamiah (JI) Ali Fauzi, adik dari Amrozi, Ali Imron dan Ali Ghufron yang merupakan terdakwa kasus bom Bali 1, memberikan ceramah di depan 1.850 Prajurit Kodam XIV Hasanuddin di Masjid Sultan Hasanuddin Makassar, Selasa (22/5/2018).

Ali Fauzi kini aktif berkampanye mengenai bahaya dan pencegahan jaringan terorisme ke seluruh Indonesia, bahkan mendirikan Yayasan Lingkaran Perdamaian, melalui yayasan ini dia melakukan pembinaan terhadap mantan teroris hingga anak dan keturunan pelaku teroris.

Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Agus SB mantan Deputi I Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT ini menghadirkan Ali Fauzi di tengah-tengah Prajuritnya guna memperdengarkan pengalaman dan menceritakan bahwa terorisme itu memang ada.

Menurut Mayjen TNI Agus SB, hal ini selalu dilakukan sebagai upaya pencegahan termasuk deradikalisasi.

“Kita berupaya mengajak, memotivasi mereka karena mereka banyak yang ingin kembali kejalan yang lurus. Setelah bebas dari penahanan, selanjutnya tugas kami untuk melakukan pendekatan, menjelaskan ke mereka tentang hidup berbangsa dan bernegara, tentang bagaimana Islam itu adalah ajaran yang damai dan Indonesia menganut kedamaian itu,” ujarnya, mengutip laman web Penerangan Kodam XIV Hasanuddin.

Dalam ceramahnya, Ali Fauzi turut mencurahkan perasaannya, ia bertahun-tahun hilang dan sekarang kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi, ia mengungkapkan bahwa dirinya adalah adik dari terpidana seumur hidup kasus bom Bali, yakni Ali Imron dan terpidana mati kasus serupa, yakni Amrozi dan Ali Ghufron.

Namun, bukan hanya kakak-kakaknya yang sudah divonis bersalah atas serangan bom Bali 1, banyak keluarga dan sahabatnya juga ditangkap. Ia menyadari bahwa tidak ada gunanya untuk memendam dendam yang mendalam kepada pemerintah yang menangkap keluarganya.

“Dengan dukungan semua pihak, saya bisa bangkit dari keterpurukan dan bisa kembali mengabdi untuk NKRI,” ungkapnya.

Di akhir pertemuannya, Ali Fauzi menyampaikan rasa senangnya berada di tengah-tengah Prajurit Hasanuddin, yang dulu Tentara merupakan thoghut atau setan, menurutnya, dan saat ini menganggap Tentara sebagai teman bahkan keluarganya.

Begitu pula rasa bangganya bertemu kembali dengan Mayjen TNI Agus SB yang telah menginisiasi dan menjelmanya kembali menjadi seperti sekarang. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed