Mahasiswa Tersesat di Gunung Bulusaraung Pangkep Sudah Ditemukan

SULSELONLINE.COM, PANGKEP – Sembilan Mahasiswa STIEM Bongaya Makassar yang tersesat di Gunung Bulusaraung Desa Tompobulu Kecamatan Balocci Kabupaten Pangkep pada 27 Juni 2018 malam sudah ditemukan tadi pagi, sekira jam 02.00, Kamis (28/6/2018).

Kepala Resort Tompobulu Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (TN Babul), Rista menyampaikan, pengelola pendakian Gunung Bulusaraung bersama Tim BASARNAS Makassar merespon informasi tersebut.

Berikut kronologisnya:, jam 17.30, sembilan pendaki mahasiswa STIEM Bongaya asal Makassar atas nama Sahrul (20), Miftah (20), Faradiba (19), Afandi (20), Urwa (21), Mitha (18), Dayat (18), Aldi (18) dan Ucu (18) melakukan registrasi di pos registrasi Desa Tompobulu Pangkep.

“Setelah melakukan registrasi, para pendaki tersebut langsung melakukan pendakian melalui jalur legal.
Jam 21.00, pengelola pendakian Gunung Bulusaraung, yakni KPE Dentong mendapatkan telepon dari seroang pendaki, bahwa rombongan tersesat dan didapatkan informasi bahwa mereka berada di jalur Batu Putih, sehingga disarankan untuk berkemah di lokasi tersebut karena rombongan berencana untuk melanjutkan pendakian,” ujarnya, Kamis (28/6/2018).

Selanjutnya, pada jam 02.00 keesokan harinya, tim Basarnas dan potensi SAR sampai di Pos registrasi Pendakian Gunung Bulusaraung atas informasi dari seorang pendaki yang tersesat. Kemudian, tim SAR berkoordinasi dengan KPE Dentong di Desa Tompobulu dan memutuskan untuk mencari rombongan tersebut.

Pada jam 04.00 tim menemukan rombongan di site Batu Putih dengan kondisi selamat dan sehat. Site Batu Putih merupakan jalur penelitian Monyet Hitam Sulawesi atau Macaca Maura yang biasa digunakan oleh peneliti dan petugas TN Babul untuk melakukan penelitian dan monitoring.

“Tim dan pendaki turun menuju pos registrasi. Pada jam 07.00 pagi pada 28 Juni 2018, tim SAR, KPE Dentong, dan pendaki sampai di pos registrasi,” tambahnya.

Selanjutnya, pihaknya mengimbau bagi Pendaki Gunung Bulusaraung untuk selalu menyimpan bukti registrasi pendakian dan menyimpan nomor pengelola Gunung Bulusaraung atau KPE Dentong guna memudahkan proses SAR dan lainnya.

“Selain itu, jangan lupa untuk membawa handphone yang didaftarkan di pos registrasi saat registrasi sehingga proses pemantauan dari pos registrasi dapat berjalan lancar,” paparnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *