Luwu akan Luncurkan Samsat Bergerak untuk Permudah Pelayanan Pajak

SULSELONLINE.COM, LUWU – Unit Pelaksana Teknis Pendapatan (UPTP) Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulsel wilayah Luwu atau Samsat Luwu akan meluncurkan layanan “Samsat Bergerak”.

Inovasi baru untuk mempermudah pelayanan pajak ini akan diluncurkan pada awal Juli mendatang, hal itu disampaikan oleh Kepala Samsat Luwu, H Muh Hardi dalam Sosialisasi Pajak Daerah di Hotel Belia Belopa, Jumat (29/6/2018).

Program layanan ini merupakam wujud partisipasi dari Pemkab Luwu untuk terus memberi dukungan kepada Pemprov Suslel melalui upaya meningkatkan realisasi pendapatan. Juga guna lebih mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Masyarakat nantinya tidak perlu jauh-jauh ke ibukota kabupaten, Belopa untuk mendapatkan pelayanan pajak, namun cukup mendatangi kantor kecamatan,” ujarnya.

Untuk tahap awal, akan dilaksanakan pada Kecamatan Larompong Selatan, Bupon, Bajo dan Ponrang, kecamatan tersebut sangat jauh dari ibukota kabupaten.

“Untuk itu, kami senantiasa akan terus melakukan sosialisasi pajak daerah karena kita berharap Luwu lebih maju  untuk pembangunan  di segala infrastruktur yang sumber anggarannya dari dana bagi hasil oleh pembayaran pajak daerah masyarakat Luwu,” paparnya.

Sosialisasi pajak derah ini menghadirkan pemateri, Kepala Bidang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bapenda Sulsel, Darmayani Mansur, Anggota DPRD Sulsel dari Komisi C, Dr Husmaruddin, mewakili Kasat Lantas Polres Luwu, Aiptu Hakim, juga perwakilan PT Jasa Raharja.

Darmayani Mansur menuturkan, sosialisasi pajak daerah adalah kegiatan yang rutin dilakukan oleh Bapenda Sulsel untuk terus mengedukasi masyarakat Luwu sekaitan dengan manfaat pajak yang dipungut oleh pemerintah, dari pajak daerah rata-rata memberi kontribusi 70 persen untuk pembangunan daerah di Sulsel.

“Kami berharap masyarakat dapat ikut berperan dalam memberi masukan soal layananan pajak termasuk layanan publik di  Samsat Luwu guna lebih meningkatkan pemberian peluang dalam membuka akses sebesar-besarnya bagi masyarakat dalam memanfaatkan layanan tersebut,” tuturnya.

Menurutnya, sampai dengan bulan Mei 2018, Kabupaten Luwu memperoleh Rp 15 miliar dari dana bagi hasil yang bersumber dari penerimaan pajak yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Untuk tahun 2018, target dana bagi hasil yang akan diberikan ke pemerintah kabupaten melalui adalah senilai Rp 43 milyar lebih. Tentu akan dimanfaatkan untuk peningkatan pembangunan sarana infrastruktur, baik pendidikan dan kesehatan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *