oleh

Samsat Luwu: Dana Bagi Hasil Pajak Pendukung Pembangunan Daerah

SULSELONLINE.COM, LUWU – Unit Pelaksana Teknis Pendapatan (UPTP) Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulsel wilayah Luwu atau Samsat Luwu menggelar Sosialisasi Pajak Daerah di Hotel Belia Belopa, Jumat kemarin.

Sosialisasi ini menghadirkan pemateri, Kepala Bidang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bapenda Sulsel, Darmayani Mansur, Anggota DPRD Sulsel dari Komisi C, Dr Husmaruddin, mewakili Kasat Lantas Polres Luwu, Aiptu Hakim, juga perwakilan PT Jasa Raharja. Sosialisasi ini dipandu oleh Kepala Samsat Luwu, H Muh Hardi.

Di hadapan seratus orang elemen masyarakat Luwu yang hadir dalam Sosialisasi Pajak Daerah ini, Darmayani Mansur menuturkan, sosialisasi pajak daerah adalah kegiatan yang rutin dilakukan oleh Bapenda Sulsel untuk terus mengedukasi masyarakat Luwu sekaitan dengan manfaat pajak yang dipungut oleh pemerintah, dari pajak daerah rata-rata memberi kontribusi 70 persen untuk pembangunan daerah di Sulsel.

“Kami berharap masyarakat dapat ikut berperan dalam memberi masukan soal layananan pajak termasuk layanan publik di  Samsat Luwu guna lebih meningkatkan pemberian peluang dalam membuka akses sebesar-besarnya bagi masyarakat dalam memanfaatkan layanan tersebut,” tuturnya.

Menurutnya, sampai dengan bulan Mei 2018, Kabupaten Luwu memperoleh Rp 15 miliar dari dana bagi hasil yang bersumber dari penerimaan pajak yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Untuk tahun 2018, target dana bagi hasil yang akan diberikan ke pemerintah kabupaten melalui adalah senilai Rp 43 milyar lebih. Tentu akan dimanfaatkan untuk peningkatan pembangunan sarana infrastruktur, baik pendidikan dan kesehatan.

“Juga diharapkan para camat, lurah dan kepala desa ikut membantu mensosialisasikan kepada masyarakat di wilayahnya dalam bentuk door to door sekaitan dengan manfaat membayar pajak daerah sekalian mengingatkan masyarakat tentang jatuh tempo kendaraan,” ujarnya, melalui media, Sabtu (30/6/2018).

Sementara Dr Husmaruddin menuturkan tentang pentingnya pembayaran pajak untuk membangun berbagai infrastruktur, baik di sektor kesehatan, pendidikan dan sektor pembangunan lainnya. Sehingga diharapkan adanya peningkatan realisasi pendapatan, karena kesadaran dan partisipasi masyarakat Luwu untuk membayar pajak daerah.

“Peran kami sebagai anggota DPRD Sulsel untuk mengawasi dan mendukung segala bentuk pembangunan di Luwu yang bersimber dari dana bagi hasil bayar pajak daerah, masyarakat harus diberi pemahaman sehingga kemandirian daerah dalam mengelola kekayaan yang dimiliki mampu menghasilkan sumber pembayaran pajak daerah yang lebih tinggi setiap tahunnya. Dengan membayar pajak, maka masyarakat sudah ikut berpartisipasi untuk membangun Kabupaten Luwu yang sama kita cintai ini,” ungkapnya.

Sementara H Muh Hardi menambahkan, sosialisasi pajak daerah bertujuan untuk peningkatan pemahaman dan kesadaran wajib pajak masyarakat Luwu dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membayar pajak sebagai bentuk partisipasi pembangunan.

Ia menjanjikan bahwa akan ada bentuk inovasi baru sekaitan dengan pelayanan pajak di awal Juli mendatang. yakni “Samsat Bergerak”.

Program layanan ini merupakam wujud partisipasi dari Pemkab Luwu untuk terus memberi dukungan kepada Pemprov Suslel melalui upaya meningkatkan realisasi pendapatan. Juga guna lebih mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Masyarakat nantinya tidak perlu jauh-jauh ke ibukota kabupaten, Belopa untuk mendapatkan pelayanan pajak, namun cukup mendatangi kantor kecamatan,” ujarnya.

Untuk tahap awal, akan dilaksanakan pada Kecamatan Larompong Selatan, Bupon, Bajo dan Ponrang, kecamatan tersebut sangat jauh dari ibukota kabupaten.

“Untuk itu, kami senantiasa akan terus melakukan sosialisasi pajak daerah karena kita berharap Luwu lebih maju  untuk pembangunan  di segala infrastruktur yang sumber anggarannya dari dana bagi hasil oleh pembayaran pajak daerah masyarakat Luwu,” paparnya. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed