oleh

Gubernur Sulsel: Nyawa Saya Taruhannya

MAKASSAR — Gubernur Sulawesi-Selatan Nurdin Abdullah untuk pertama kalinya menjadi inspektur upacara (irup) dalam pada Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Lapangan Upacara Kantor Gubernur, Senin (10/9).

Ia berjanji bekerja professional bersama Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dan siap mempertaruhkan nyawanya.

“Jadi namanya rezeki kita kerja saja dengan uang berkah. Nda usah mikir mutasi tetapi kerja baik, tetapi dalam perjalan tidak kerja baik, kita cabut, beban dipundak saya dan Pak Wagub tidak ringan. Nyawa taruhnya juga tidak apa-apa,” kata Nurdin Abdullah

Kata Nurdin, ia terpilih menjadi gubernur karena kinerjanya telah teruji dalam  memimpin Kabupaten Banteang. Sementara wakilnya, Sudirman Sulaiman, berpengalaman kerja 12 tahun di perusahaan internasional.

Di depan ratusan ASN Pemprov Sulsel, ia juga menekankan pentingnya integritas dan menjalankan kerja sesuai aturan yang ada.

Menurutnya, harga diri adalah hal yang paling tinggi dari seseorang. Ketika menyimpang dari ketentuan,  harga diri orang tersebut akan jatuh.

Nurdin menegaskan, pemerintahan di eranya adalah berkarakter melayani,  bersih, dan berintgritas dan berkemampuan.

“Jangan coba-coba bawa amplop,” sebutnya.

Nurdin juga mengkritisi penempatan guru yang jauh rumahnya. Ia meminta guru tersebut dikembalikan agar dekat dari rumah.

“Juga kepada dinas pendidikan, semua guru-guru yang dipindahin, kasihan… tolong dinormalkan kembali. Kalau ada masih sakit hati, jangan harap berkah pemerintahan,”  sebutnya.

Ia meminta penempatan guru berdasarkan zonasi, rumah guru harus didekatkan dengan sekolahnya. Baginya, guru ini adalah tulang punggung bangsa, guru harus diberikan ketenangan.

Sebagai pemimpin baru, ia berharap  disambut dengan tangan terbukab agar bisa mewujudkan harapan secara bersama-sama.

Terkait infrastruktur, Nurdin berjanji akan memulai pembangun dari pinggiran. Karenanya ia akan lebih banyak berkantor di luar.

Ia juga mengkritisi susahnya tempat parkir di gedung-gedung di Makassar. Ia meminta pengelola gedung untuk menyiapkan tempat parker.

Sementara itu, Andi Sudirman, yang mendampingi NA berjanji akan bekerja secara profesional dan bebas KKN.

“Kita bisa hadir di tempat ini. Memang menerapkan sistem kinerja yang profesional yang gentle, tidak ada dari belakang atau dari bawa meja. Siapa yang bagus,  pasti terdepan,  tidak ada sekat-sekat,” sebutnya.

Sebagai wakil, Ia akan mendukung Nurdin Abdullah. Ia ibaratkan Nurdin sebagai matahari sedangkan dirinya sebagai rembulan.

“Cuma satu matahari, biarlah saya jadi rembulan. Saling bantu-membantu, saya hanya memantulkan cahaya matahari,” tuturnya.

Ia juga meminta masukan positif, karena di pemerintahan adalah pengalaman baru baginya. Banyak hal penyesuaian yang harus Ia lakukan.

“Dulu banyak bekerja dengan bahasa Inggris (sekarang) ke Bahasa Indonesia. Tentu saya minta petunjuk jika ada yang keliru, saya bukan Superman, saya Andi Sudirman,” pungkasnya.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed