oleh

Curhat Korban Pembunuhan di Wisma Benhil Makassar dan Pria Bertatto di Kaki

MAKASSAR – Kematian mahasiswi cantik, Rosalina Kumala Sari (18 tahun), yang mayatnya ditemukan di kamar lantai 2 Wisma Benhil Panakukkang Makassar, membuat heboh warga Kota Makassar.

Pasalnya, warga Jalan Terompet Nomor 14 Blok K Antang Manggala Makassar itu ditemukan tewas dengan kondisi 27 tusukan. Sementara pelaku masih buron.

Sebelum meninggal dunia, Ocha nama sapaannya, tampak seperti sedang punya masalah. Hal tersebut terlihat dari sejumlah status di media sosial. Dalam salah satu postingannya di Facebook, dia mengunggah sebuah kalimat bijak tentang kebaikan.

“Jadilah orang baik, meskipun kamu tidak diperlakukan baik oleh orang lain,” bunyi unggahan tersebut, seperti dilihat di akunnya, Jumat (12/4/2019).

Pada status yang lain, dia mengunggah sebuah video yang berjudul mencintai dalam diam.

Ocha diketahui berstatus janda satu anak. Dia bercerai dengan suaminya belum lama ini. Penyebabnya, sang suami berselingkuh dengan wanita lain. Tentang hal ini, dia pernah curhat tentang kegeramannya kepada pelakor yang telah merebut suaminya.

Diberitakan sebelumnya, perempuan tanpa identitas ditemukan bersimbah darah di kamar 209 Wisma Benhil Todopuli Panakukkang Makassar, pada Kamis sore kemarin.

Saat polisi melakukan olah TKP, tidak ditemukan adanya identitas. Ternyata, saat check-in korban memakai nama Dita dan mengambil paket short time, untuk jangka waktu 4 jam. Dia datang mengenakan piyama.

Resepsionis wisma mengatakan, sebelum korban datang, seorang pria bercelana jins, masuk terlebih dahulu dengan kepala masih mengenakan helm.

Beberapa jam kemudian, terlihat pria berhelm itu keluar dengan mengenakan celana pendek. Terlihat ada tato di kakinya. Namun, korban tak keluar-keluar.

Selanjutnya, saat roomboy bernama Irfan bertugas, dia mengambil kunci kamar 209 untuk membersihkan kamar tersebut, karena sesuai catatan, tamu pemesan kamar sudah chek out sejam lalu.

Irfan kemudian naik lantai dua dan langsung membuka kamar. Usai menarik gagang pintu kamar, Irfan dikejutkan dengan seorang perempuan yang masih memakai baju tidur di atas tempat tidur, di badannya ada kursi.

Irfan tak bisa melihat wajah perempuan itu karena tertutup bantal. Sekujur tubuh mayat perempuan ini juga berlumuran darah.

Setelah melihat mayat perempuan tersebut, Irfan berlari turun ke lantai satu untuk menyampaikan ke manajemen wisma. Pihak wisma kemudian menghubungi polisi untuk datang ke lokasi kejadian.

Saat olah tempat kejadian perkara (TKP), Biddokkess Polda Sulsel menemukan banyak luka tusukan pada beberapa bagian tubuh perempuan tersebut. Luka-luka tersebut yang menyebabkan darah di kasur.

Kapolsek Panakukkang, Kompol Ananda Fauzi Harahap, merinci luka di tubuh wanita itu, yakni lima tusukan di leher kiri, tujuh di leher kanan, satu di perut sebelah kiri, dua di leher belakang, sembilan di punggung, satu di sela jari kiri, dan tiga tusukan di betis kanan.

“Benda yang dipakai pelaku adalah benda tajam, tapi bentuknya kami belum pastikan karena tidak ditemukan. Hanya beberapa bukti lain yang sudah diamankan,” ujarnya, melalui portal Tribun Timur, Jumat (12/4/2019).

Adapun barang bukti yang diamankan seperti pakaian korban, ikat rambut, jam tangan, sendal, celana jeans, lipstik, kondom bekas pakai, satu bungkus kondom dan sebuah sisir.

“Saat ditemukan di dalam kamar, tubuh korban dalam posisi tengkurap dengan dua bantal di atas bagian kepala belakang dan sebuah kursi kayu di atas punggung,” tambahnya.

Selanjutnya, usai identitas korban diketahui, Resmob Polsek Panakkukang dan Timsus Polda Sulsel kembali ke lokasi pembunuhan tadi malam.

Di lokasi, polisi menemukan sebilah badik berlumur darah, teronggok di dekat sarungnya, di atas spring bed hitam di kamar 209. Diduga, badik itulah yang digunakan untuk menghabisi korban. Selain itu, sebuah kondom bekas pakai, ditemukan di tempat sampah, juga sebuah pembungkus kondom.

Resmob Polsek Panakkukang dibantu Timsus Polda Sulsel, saat ini tengah memburu pelaku. Dari terekam di CCTV, terduga pelaku terlihat masuk ke Wisma Benhil pada Kamis kemarin dengan mengenakan helm dan celana panjang. Saat keluar, dia tetap mengenakan helm, tapi memakai celana pendek. Pria ini terlihat memiliki tatto di kaki. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed