oleh

Gatot Nurmantyo Ungkap Banyak Komandan TNI Dinonjobkan

JAKARTA – Mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo akhirnya menunjukkan sikapnya. Dia resmi berada di barisan pendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.

Dia masuk dalam 58 nama tokoh yang diumumkan Prabowo di Dyandra Convention Center Surabaya Jawa Timur, Jumat kemarin. Tak sekadar hadir, Gatot mendapat kesempatan pertama memberikan testimoni.

Pernyataannya mengejutkan. Dia mengkritik anggaran TNI yang sangat minim dibandingkan institusi lainnya. Dia menyampaikan, anggaran TNI untuk tiga angkatan hanya Rp6 triliun lebih. Padahal, tanggung jawabnya sangat besar.

“Ada institusi yang senjatanya pendek, punya senjata panjang sedikit saja, personelnya tidak sampai 3000, tetapi anggaranya Rp4 triliun. Kepolisian RI Rp17 triliun. Tidak ada yang salah. Semuanya benar-benar saja. Namun, dari segi anggaran, mengecilkan TNI,” ungkapnya, melalui media, Sabtu (13/4/2019).

Tak hanya itu, Gatot Nurmantyo juga mengungkap adanya sejumlah komandan di TNI yang dinonjobkan selepas dirinya pensiun. Dia menyebut moral dan semangat juang TNI dipaprasi setelah dirinya tak lagi menjabat.

“Setelah saya turun, maka semua yang terbaik dicabut,” ujarnya.

Dia menyebut, antara lain Kepala Badan Intelijen Strategis, Mayor Jenderal TNI Ilyas Alamsyah. Dia berjasa menyelesaikan konflik Poso. Namun dicopot dan sampai sekarang tanpa jabatan.

Dia juga menyebut “Direktur A”, Komandan Satuan Tugas Intelijen yang membongkar senjata juga dicopot dan dinonjobkan. Termasuk Panglima Divisi Infanteri I dan Panglima Divisi Infanteri 2 juga dicopot dan tanpa jabatan. Begitu pula Danjen Kopassus dan Pangdam XIII.

“Dan saya tidak salah menyebutkan, orang yang bermasalah menempati jabatan-jabatan strategis. Setiap prajurit bertanya, apa tolok ukur keberhasilan? Pada prajurit bukan harta dan jabatan yang dicari,” tegasnya. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed