oleh

BNPB Nilai Mamuju Tak Cocok Jadi Ibu Kota

JAKARTA – Pemerintah nampaknya serius ingin memindahkan ibu kota Indonesia dari Jakarta. Tim telah dibentuk untuk mengkaji segala bentuk kemungkinan yang diperlukan dalam proses perpindahan yang diprediksi memakan waktu hingga 10 tahun ke depan.

Salah satu tempat yang diminati untuk jadi ibu kota yakni Mamuju di Sulawesi Barat.

Terkait rencana itu, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho ikut menilai, Mamuju kurang cocok jadi ibu kota, karena menjadi daerah berbahaya dan rawan bencana.

“Mamuju di kelilingi oleh beberapa sesar aktif yang bisa berpotensi menimbulkan gempa bumi. Meski pusat gempa tidak berada langsung di wilayah itu, namun letaknya yang dikelilingi sesar bisa berdampak besar pada Mamuju jika terjadi gempa,” katanya di Graha BNPB Jakarta Timur, melalui media, Sabtu (4/5/2019).

Dia menjelaskan, beberapa sesar aktif tersebut disebutkan di antaranya, sesar Makassar trans, sesar Palu Koro, sesar Poso, sesar Matano, sesar Lawanopo dan sesar Walanae.

“Tentu kalau kita melihat tatanan geologis di sana, ketika terlepas energinya kemudian gempa. Apalagi pusat gempanya di sana, pasti akan dapat merusak wilayah Mamuju,” ucapnya.

Meskipun demikian, Mamuju dinilai relatif aman dari bencana tsunami dan erupsi gunung berapi. Namun tak aman untuk bencana banjir.

“Tetapi rawan dari banjir, rawan dari longsor, dan rawan dari banjir bandang. Pengalaman Maret 2018 lalu terjadi banjir yang cukup besar ribuan masyarakat terdampak, rumah ribuan yang terendam banjir. Artinya daerah tersebut tidak aman,” jelasnya.

Sebelumnya, Presiden RI, Joko Widodo atau Jokowi telah memutuskan memindahkan ibu kota negara ke luar Jawa. Namun hingga saat ini pemerintah belum mengungkap lokasi ibu kota baru. Dia hanya menyebut ada tiga kandidat lokasi ibu kota. Pertama di Sumatera, kedua di Sulawesi, ketiga di Kalimantan. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed