oleh

KPU Maros Urus Santunan untuk KPPS Meninggal Dunia

*Petugas KPPS di Maros Meninggal Dunia Setelah Dirawat 10 Hari di Rumah Sakit

Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kabupaten Maros, Isparianto (21 tahun) meninggal dunia.

Isparianto yang bertugas di TPS 3 Lingkungan Kadieng Kelurahan Hasanuddin Kecamatan Mandai Kabupaten Maros tersebut, menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD Salewangang Maros, setelah dirawat selama 10 hari.

Isparianto dibawa ke rumah sakit oleh orang tuanya tiga hari setelah bertugas di TPS. Awalnya, dia hanya mengeluh sakit perut karena masuk angin. Namun, selama beberapa saat, dia kemudian mengalami demam tinggi dan langsung dibawa ke puskesmas sebelum dirujuk ke rumah sakit.

“Awalnya itu dia mengeluh tidak enak badan karena merasa masuk angin saja. Dia tidak mau ke puskesmas, tapi saya paksakan karena badannya sudah mulai demam tinggi. Sampai di puskesmas langsung dirujuk ke Rumah Sakit Salewangang,” kata orang tuanya, Ismail, kepada media, Rabu (15/5/2019).

Setelah menjalani perawatan selama 10 hari di rumah sakit, Isparianto dinyatakan meninggal dunia pada Selasa malam kemarin, sekitar jam 19.00 Wita. Hanya, orang tuanya tidak mengetahui pasti penyakit anaknya itu.

“Ada 10 hari dirawat di rumah sakit. Saya juga tidak tahu apa penyakitnya. Jelasnya, dia juga sudah di-roentgen dan disedot cairan dari hidung. Mungkin dokter kasih tahu saya, tapi saya tidak tahu apa karena mungkin karena saya panik,” lanjutnya, di rumah duka di Kompleks Perhubungan Mandai Maros.

Sementara itu, KPU Maros mulai memproses pemberian santunan kepada keluarga petugas KPPS yang meninggal dunia, Isparianto. KPU Maros sudah melakukan koordinasi dengan KPU Provinsi Sulsel.

“Kami sudah berkoordinasi dengan KPU Provinsi Sulsel, termasuk mengumpulkan datanya. Kalau santunan itu nilainya Rp 36 juta bagi yang meninggal dunia. Kalau soal lainnya, kita masih menunggu petunjuk KPU Sulsel,” ujar komisioner KPU Maros, Saharuddin, saat melayat di rumah duka bersama komisioner KPU lainnya.

Dia mengaku mengaku kaget mendengar kabar meninggalnya Isparianto pada Selasa malam. Menurutnya, tak ada laporan saat Isparianto dirawat di rumah sakit selama 10 hari hingga meninggal dunia.

“Kami semua kaget waktu dengar kabar duka ini. Karena sebelumnya kami tidak pernah mendapatkan laporan apa pun,” ujarnya.

Dia menuturkan, KPU Suslel telah meminta data anggota KPPS yang meninggal dunia untuk diberikan santunan sesuai Surat Edaran KPU RI tentang Penyertaan Resume Medis/Ringkasan Pulang sebagai Data Pendukung Penerima Santunan.

KPU Maros pun masih menunggu penjelasan dari pihak RSUD Salewangang Maros untuk mengetahui pasti penyakit yang diderita oleh Isparianto hingga dia meninggal dunia.

“Kami juga belum tahu diagnosis dokter, karena keterangan orang tuanya itu belum tahu juga penyakitnya apa. Jelasnya almarhum ini awalnya katanya hanya masuk angin dan demam, lalu dibawa ke puskesmas, lalu dirujuk ke rumah sakit,” jelasnya. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed