oleh

Hati-hati Data Pribadi Bisa Dicuri Saat Pakai VPN

JAKARTA – Sejak Rabu kemarin, pengguna aplikasi WhatsApp, Instagram dan Facebook mengeluhkan pembatasan akses yang dilakukan pemerintah.

Pembatasan tersebut untuk mencegah penyebaran kabar hoaks saat unjuk rasa 22 Mei.

Saat pemerintah memutuskan membatasi penggunaan media sosial, masyarakat memilih menggunakan layanan VPN untuk bisa mengakses media sosial.

Pegguna sistim operasi Android mencoba memakai Virtual Private Network ( VPN) yang tersedia gratis melalui toko aplikasi Google Play Store.

Namun di balik itu, ternyata ada bahaya menggunakan VPN melalui smartphone karena terdapat akses mobile banking dan digunakan dalam transaksi.

VPN adalah koneksi antarjaringan yang sifatnya pribadi. Dilakukan melalui jaringan internet publik dan memungkinkan pengguna untuk bertukar sumber daya secara pribadi melalui jaringan internet publik.

Banyak yang menyebut jika koneksi internet melalui VPN lebih aman ketimbang koneksi internet biasa. Namun rupanya VPN juga memiliki risiko.

Dikutip Life Hacker, sebuah penelitian dilakukan peneliti dari Data61/CSIRO, UC Berkeley, UNSW Sydney dan UCSI mengungkap jika aplikasi Android yang menggunakan VPN ternyata cukup berisiko.

Total ada 283 aplikasi VPN yang diuji para peneliti. Hasilnya, ada beberapa bahaya, seperti adware, trojan, malvertising atau bahkan spyware.

Anda juga pantas was-was, sebab 18 persen dari total aplikasi VPN di Android tersebut sama sekali tidak mengenkripsi data penggunanya.

Untuk lebih jelasnya, baca ulasan berikut.

Salah satu bahaya yang wajib diantisipasi ketika menggunakan VPN gratis ialah penjualan data ilegal. Solusi untuk menghindari masalah ini ialah menggunakan VPN berbayar, sebab jenis VPN berbayar memiliki aturan ketat dan jaminan terkait penjualan data.

Dikutip dari sejumlah sumber, di berbagai negara bahkan ada dugaan penyedia VPN gratis ini menjual data ke pihak ilegal. Adapun pihak ilegal yang dimaksud adalah seperti korporasi pengirim spam e-mail atau hacker.

Kemudian risiko kedua saat menggunakan VPN gratisan ialah kemungkinan pihak penyedia layanan malah menggunakan IP Address sebagai Network Endpoint.

Network Endpoint ini berguna untuk meningkatkan bandwith layanan VPN untuk meningkatkan kecepatan internet pemakai internet lainnya. Bahkan beberapa sumber menyebut ada kemungkinan Network Endpoint dijual.

Risiko lain penggunaan VPN gratisan adalah serangan Man in the Middle, yakni serangan terhadap sistem komputer yang saling berhubungan satu sama lain.

Ada potensi si penyerang berada di tengah jalur komunikasi dan menggunakannya untuk membaca, membajak, mencuri data, atau paling buruk adalah menyisipkan malware.

Bahaya lain yang bisa muncul dalam penggunaan VPN gratisan adalah potensi bocornya data dan IP ke publik.

Sebab, secara sistematis, VPN bekerja seperti terowongan yang mana koneksi pengguna melewati jalur khusus untuk dalam mengakses internet.

Mengakses internet menggunakan VPN gratisan kadang kala juga membuat koneksi menjadi lebih lambat. Namanya terowongan, maka bukan tidak mungkin juga jika jalur tersebut memiliki banyak kebocoran.

Apabila alamat IP bocor ke publik, maka pengguna internet bersangkutan akan menghadapi ancaman serius yaitu malware dan hacker.

Selama ini, banyak penyedia layanan VPN gratis yang mengandalkan pendapatan dari iklan-iklan yang dipasang di website mereka, sehingga bahaya Adware bisa saja mengancam.

Secara umum inilah tiga bahaya yang mengancam jika menggunakan layanan VPN:

– Pencurian data

Mengakses internet melalui VPN dengan ponsel sama saja mempermudah penjahat siber mencuri data yang ada di ponsel pengguna. Seperti dijelaskan sebelumnya, saat ponsel terhubung dengan server penyedia VPN, maka pemilik serverbisa melihat seluruh isi lalu lintas data pada ponsel yang terhubung.

Data pribadi yang dicuri bisa berupa data yang ditransmisi selama ponsel terhubung, seperti mengekstrak komunikasi, mencuri data username, password, data finansial, dan data penting lainnya.

Kamu tentu tidak mau kan data penting seperti data kartu kredit dan login internet banking yang tidak dilindungi dengan baik, akan bocor ke tangan orang jahat.

– Disusupi malware

Ponsel yang terhubung ke sembarang VPN juga berisiko disuntikkan malware. Tahu sendiri kan kalau ponselmu sudah diselipkan malware, maka penjahat tersebut bisa melakukan apa saja yang menguntungkan buat mereka dan merugikanmu tentunya.

– Pemalsuan profil

Kasus Cambridge Analytica yang membuat profil pengguna dari data Facebook juga bermuara dari penggunaan VPN yang tidak aman. Dengan membuat profil palsu orang tertentu di Facebook, penjahat siber bisa membuat peta kebiasaan kita dan dimanfaatkan untuk mengarahkan opini si pengguna.

Jadi dengan tiga risiko tersebut, kamu masih mau berselancar di dunia maya melalui VPN? Mengapa tidak mendukung upaya pemerintah menciptakan suasana yang kondusif dengan puasa medsos sementara waktu? (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed