oleh

Bentrok Warga di Buton Berawal dari Konvoi Motor Knalpot Racing

BUTON – Bentrok antar warga terjadi di Desa Sampoabalo dan Desa Gunung Jaya Kabupaten Buton Sulawesi Tenggara (Sultra). Akibatnya, puluhan rumah terbakar serta ratusan warga harus mengungsi.

Kabid Humas Polda Sultra, AKBP Harry Goldenhardt mengatakan, bentrokan berawal saat warga Desa Sampuabalo konvoi motor pada malam takbiran, Selasa 4 Juni lalu.

“Keterangan La Aca, 35 tahun, warga Desa Gunung Jaya, bahwa malam hari lebaran ada sekitar 40 pemuda dari Desa Sampuabalo melakukan konvoi motor yang menggunakan knalpot racing dan memainkan gas motornya sehingga membuat masyarakat Desa Gunung Jaya merasa terganggu dan tidak menerimahnya,” ujarnya, dalam keterangan tertulis, Kamis (7/6/2019).

Pada sekitar pukul 20.45 Wita pada Selasa 4 Juni, konvoi melewati Desa Gunung Jaya. Diduga terjadi provokasi oleh kelompok yang konvoi.

“Kemudian terjadi pelemparan ke arah rumah rumah warga Gunung Jaya kemudian masyarakat Desa Gunung Jaya tidak menerimanya dan terjadi keributan antara pemuda Desa Sampuabalo dan pemuda Desa Gunung Jaya,” jelasnya.

Selanjutnya pada pukul 21.00 Wita, massa dari Desa Sampuabalo datang ke Desa Gunung Jaya. Massa diduga melempar molotov ke arah rumah warga hingga terjadi aksi balasan. Satu orang terluka karena sabetan senjata tajam.

Diberitakan sebelumnya, Bupati Buton, La Bakry mengatakan hingga kini tercatat ada 87 rumah di Desa Gunung Jaya yang terbakar dan sekitar 700 warga saat ini diungsikan di Desa Laburunci.

Selain Desa Laburunci, beberapa lokasi menjadi tempat pengungsian warga, yakni Kelurahan Kombeli, Desa Lapodi, dan beberapa desa sekitarnya (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed