oleh

Kemenhub Kaji Aturan Baru untuk Transportasi Online

JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) segera mengeluarkan Peraturan Menteri atau surat edaran yang melarang pemberian diskon untuk transportasi online, baik untuk taksi online maupun ojek online.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan, saat ini aplikator transportasi online sudah tidak memberikan diskon kepada penumpang.

Diskon yang dinikmati penumpang justru diberikan oleh pihak lain. Karena itu dia merasa permen dibutuhkan.

Pemberian diskon memang akan memberikan keuntungan. Namun, keuntungan tersebut hanya bersifat sementara. Bila diskon diberikan dalam waktu panjang, hal ini akan saling mematikan pemain lainnya.

“Itu yang kita ingin tidak terjadi,” ujarnya, melalui media, Senin (10/6/2019).

Dia menyebutkan, ke depannya tarif transportasi online pun diharapkan akan seimbang.

“Jadi dengan equal ini maka kami minta tidak ada diskon-diskonan, diskon langsung maupun tidak langsung,” tambahnya.

Kemenhub pun menargetkan, aturan tentang diskon transportasi online ini akan difinalisasi pekan ini dan di akhir Juni sudah bisa diterbitkan.

Sementara itu, Dirjen Perhubungan Darat Kemhub, Budi Setyadi mengatakan, pihaknya masih melakukan pembahasan atas aturan terkait diskon ojek online ini.

Pihaknya sudah melakukan pembahasan dengan berbagai pihak mulai dari KPPU, OJK hingga BI lantaran pemberian diskon ini menyangkut berbagai pihak.

“Sebetulnya kan kalau diskon-diskon itu bukan dari aplikatornya, bukan dari Go-jek atau Grab, tetapi dari fintechnya, Ovo dan Go-pay. Itu kan entitasnya sendiri nah itu saya coba bahas,” tuturnya. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed