oleh

Paul Pogba Memeluk Islam

Bintang Manchester United dan tim nasional Prancis. Paul Pogba mengungkapkan alasannya memeluk agama Islam setelah berusia 20-an tahun. Dia mengatakan bahwa Islam telah membuka pikirannya dan menjadikan dia orang yang lebih baik.

Paul Pogba mengungkapkan bahwa dia menanyai dirinya sendiri atas banyak hal sebelum beralih ke Islam. Menurutnya, dia merasa menjadi lebih damai.

Setelah melalui masa sulit, Pogba mengaku memutuskan meneliti agama dan mengikuti sejumlah temannya dengan mempraktikkan Islam.

Gelandang, yang tetap menjadi target transfer untuk Real Madrid musim panas ini, memuji keputusan tersebut telah membantu menjadikannya orang yang lebih baik.

“Itu segalanya. Itulah yang membuat saya bersyukur untuk semuanya. Itu membuat saya berubah, menyadari hal-hal dalam hidup. Saya kira, mungkin, itu membuat saya lebih tenang,” ujarnya ketika ditanya apa arti menjadi seorang Muslim baginya di The Times.

Dia juga menyampaikan, hal itu merupakan perubahan yang baik dalam hidup saya karena saya tidak dilahirkan sebagai seorang Muslim.

“Saya baru saja tumbuh seperti itu, menghormati semua orang. Islam bukan gambar yang dilihat semua orang –terorisme. Apa yang kita dengar di media benar-benar sesuatu yang lain, itu sesuatu yang indah. Kamu harus tahu itu. Siapa pun dapat menemukan bahwa ia merasa terhubung dengan Islam,” sambungnya.

Ditanya mengapa dia memutuskan menjadi Muslim di usia dua puluhan, Pogba mengatakan, hal itu muncul karena punya banyak teman yang Muslim.

“Kami selalu berbicara. Saya mempertanyakan diri saya sendiri dalam banyak hal, kemudian saya mulai melakukan penelitian sendiri. Saya pernah berdoa bersama teman-teman saya dan saya merasakan sesuatu yang berbeda. Saya merasa sangat baik. Anda harus sholat lima waktu sehari, itu salah satu rukun Islam. Itu adalah sesuatu yang Anda lakukan. Arti mengapa Anda melakukannya –Anda meminta maaf dan bersyukur atas semua yang Anda miliki, seperti kesehatan saya dan segalanya. Ini benar-benar agama yang membuka pikiran saya dan itu membuat saya, mungkin, menjadi orang yang lebih baik. Anda berpikir lebih banyak tentang akhirat,” paparnya.

Dia menambahkan, kehidupan ini memiliki ujian.

“Seperti saat bersamamu, di sini. Bahkan jika Anda bukan Muslim, Anda adalah manusia normal. Anda memiliki hubungan manusiawi dan rasa hormat terhadap siapa diri Anda, agama apa Anda, warna kulit apa dan segalanya. Islam hanya ini –penghormatan terhadap kemanusiaan dan segalanya,” jelasnya. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed