oleh

Mantan Wakapolda Sulsel Daftar Jadi Calon Pimpinan KPK

JAKARTA – Nama mantan Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan menjadi perbincangan saat mendaftar di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Irjen Pol Ike Edwin akhirnya menanggapi dukungan publik atas dirinya agar maju menjadi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Mantan Dirtipikor Mabes Polri ini akhirnya mendaftarkan diri ke panitia seleksi untuk menjalani seleksi pimpinan KPK, Kamis 4 Juli lalu.

Ike Edwin mendaftar beberapa jam sebelum pendaftaran ditutup. Dia tiba di Sekretariat Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK di Kementerian Sekretariat Negara Jakarta Pusat, Kamis siang.

Dia datang bersama istrinya, dr Aida Sofina dan putranya, Muhammad Gusti Saibatin dengan menumpang taksi.

Mantan Kapolda Lampung ini membawa amplop warna coklat berisi dokumen persyaratan, makalah, dan surat rekomendasi dari Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.

Begitu sampai di kantor Sekretariat Pansel, Ike Edwin langsung mendaftar dan menyerahkan dokumen persyaratan seleksi Capim KPK.

Kedatangan jenderal polisi bintang dua ini sempat menjadi perhatian awak media yang biasa meliput di Sekretariat Pansel KPK.

Sebab, nama Ike Edwin sebelumnya sudah ramai diberitakan media menyusul kuatnya dukungan publik kepadanya.

Dia dikenal polisi yang berprestasi dalam mengungkap dan menangkap koruptor pajak Gayus Tambunan.

“Ini mau daftar Pimpinam di KPK jam terakhir. Pasti untuk mengabdi. Mobil lagi keluar, jadi naik taksi, ke sini,” ujarnya mengutip media, Sabtu (6/7/2019).

Ike Edwin mengaku berterima kasih kepada masyarakat yang mendorongnya untuk mengikuti seleksi Capim KPK.

Dia yakin, dukungan masyarakat bukan tanpa alasan, karena melihat track record dan prestasinya selama ini dalam pemberantasan tindak pidana korupsi.

Dari ratusan orang yang mendaftar Capim KPK, hanya Ike Edwin yang membawa istri dan putranya. Tak heran bila istri dan putranya menjadi sasaran wawancara para awak media.

“Memberikan semangat untuk kerja karena Allah. Kami mendukung Bapak untuk mengabdi dan membawa Indonesia lebih baik lagi,” kata Aida Sofina menjawab pertanyaan wartawan.

Dukungan serupa disampaikan oleh putra sulungnya, Muhammad Gusti Saibatin, yang mengaku ikhlas menyerahkan ayahnya untuk mengabdi kepada negara.

“Kasih semangat buat ayah. Indonesia bisa lebih baik lagi kalau korupsi enggak ada lagi. Insya Allah, bapak terpilih,” kata Gusti saat mendampingi ayahnya mendaftar sebagai Capim KPK.

Sejak pendaftaran Capim KPK dibuka pada 17 Juni lalu, nama Ike Edwin ramai diperbincangkan publik.

Masyarakat dari kalangan akademisi, musisi, aktivis antikorupsi, serta komunitas raja dan sultan di Nusantara menyampaikan dukungan agar Ike Edwin mendaftar jadi Capim KPK.

Drumer band ternama Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim, misalnya, menyampaikan dukungan agar orang yang lurus untuk mencalonkan diri jadi Capim KPK.

“Orang yang lurus tentu kita dukung,” kata Bimbim sambil menunjuk Irjen Ike Edwin yang berkunjung ke Markas Slankers di Gang Potelot Duren Tiga Jakarta Selatan, pada Rabu 3 Juli lalu.

Menurut Bimbim, Irjen Pol Ike Edwin mempunyai modal kuat, terutama dalam pengalaman pemetaan dan pencegahan korupsi.

Selama ini terlibat dalam beberapa kasus besar yang pernah diungkap, antara lain kasus Gayus Tambunan yang berhasil menyelamatkan uang negara triliunan rupiah.

“Bagi Slank, semua niat baik soal antikorupsi kita dukung. Semua orang baik untuk berbuat kepada negara tentu kita dukung,” katanya.

Musisi yang belakangan ini aktif mengampanyekan antikorupsi lewat musik ini menegaskan, Slank mendukung siapapun yang mempunyai integritast dan niat baik untuk membangun bangsa, terutama dalam upaya pemberantasan korupsi.

Hal senada juga dikatakan Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait. Dia juga mendorong Irjen Pol Ike Edwin maju mendaftar mengikuti seleksi pimpinan KPK.

Sebab dia yakin sosok Ike Edwin mampu membawa perubahan yang dahsyat di lembaga KPK.

“Saya yakin dan percaya, Ketua Dewan Konsultatif kami, yakni Pak Ike Edwin sangat pantas menjadi Ketua KPK,” ujarnya, beberapa hari lalu.

Dia mengatakan, itu berdasarkan sepak terjangnya di kepolisian yang penuh dengan ide dan gagasan yang luar biasa.

Irjen Pol Ike Edwin lahir di Jakarta, 11 Desember 1961 (umur 58 tahun). Lulusan Akpol 1985 ini berpengalaman dalam bidang Brimob. Jabatan terakhir jenderal bintang dua ini adalah Kasespimma Sespim Polri.

Selain sebagai seorang Perwira tinggi Kepolisian, dia juga adalah sebagai Perdana Menteri Kepaksian Pernong di Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak, yang berada di Batu Brak Provinsi Lampung.

Selain memiliki pangkat bintang dua Ike Edwin juga bergelar doktor.  Gelar intelektual tertinggi itu dia raih di Program Pascasarjana (PPs) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar pada awal 2016 lalu. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed